BNNP Jawa Tengah Ungkap Peredaran Sabu di Solo

SOLO,KRJOGJA.com – Tersangka pengedar narkotika jenis sabu DD (45) warga Kepatihan Kulon, Jebres, Solo tewas ditembak petugas di Kampung Klebet, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (14/5/2017). Selain itu satu tersangka lagi pengedar sabu RA (39) warga Penumping, Laweyan, Solo ditangkap dalam kondisi hidup. Kedua tersangka merupakan jaringan dari DA (31) seorang narapidana di LP Narkotika Nusakambangan, Cilacap dengan barang bukti lebih dari 500 gram sabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo didampingi Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo saat jumpa pers di ruang pertemuan Rumah Sakit Dr Moewardi Solo, Minggu (14/5/2017) malam mengatakan, kronologis penangkapan kedua tersangka dilakukan dua hari berturut.  

Diawali pada Sabtu (13/5/2017) pagi BNNP Jawa Tengah bersama dengan Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN mendapatkan informasi akan adanya seorang kurir narkotika yang akan membawa narkotika dari Surabaya ke Solo. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 17.00 BNNP Jawa Tengah dan BNN mencurigai sebuah bus AKAP PO EKA dan membuntuti bus tersebut dari Sragen ke arah Solo.  

Sekitar pukul 18.30 bus sampai di Jalan Sumpah Pemuda atau sebelah barat kampus UNISRI. Bus tersebut menurunkan seorang penumpang yang mencurigakan. Petugas kemudian mendekati penumpang tersebut dan melakukan pengeledahan.

Penumpang tersebut yakni RA seorang tersangka narkoba dan pada saat digeledah dalam tas yang dibawa didapati sabu seberat 500 gram. RA kemudian dibawa polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dihadapan petugas RA mengaku membawa sabu atas perintah DA seorang narapidana di LP Narkotika Nusakambangan, Cilacap. DA diketahui sedang menjalani masa tahanan selama 13 tahun atas kasus sabu.

Mendapat keterangan RA petugas kemudian berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenkum HAM Jawa Tengah untuk melakukan pengeledahan di sel DA di LP Narkotika Nusakambangan, Cilacap. Hasilnya ditemukan alat komunikasi berupa handphone yang digunakan DA untuk mengendalikan peredaran narkotika di wilayah Solo. DA kemudian dijemput petugas dari tim pemberantasan BNNK Cilacap untuk dibawa ke kantor BNNP Jawa Tengah di Semarang.

Pengembangan dilakukan petugas pada Minggu (15/5/2017) sekitar pukul 15.00 dengan menangkap DD di Kampung Klebet, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada saat dilakukan penangkapan petugas menemukan barang bukti berupa sabu seberat 30 gram beserta peralatan hisap.  

Usai ditangkap petugas berencana akan melakukan pengembangan dengan meminta DD menunjukan bandar narkotika lebih besar di wilayah Paulan, Colomadu, Karanganyar. Pada saat itu DD melakukan perlawanan terhadap petugas BNN sehingga dilakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali. DD tidak menghiraukan peringatan tersebut dan membuat petugas BNN kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembah DD sehingga meninggal dunia. Jenasah DD sudah dibawa petugas ke Rumah Sakit Dr Moewardi Solo untuk dilakukan pemeriksaan.

“Wilayah peredaran sabu tersangka utamanya di Solo. Namun ada juga di Sragen dan Klaten,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan petugas dari RA berupa sabu sebesar 500 gram setara dengan nilai Rp 1,5 miliar. Selain itu barang bukti lainnya uang Rp 1,8 juta, handphone, dan senjata api softgun.

Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo menambahkan, tindakan tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika. Solo ditegaskanya harus bebas dari peredaran narkotika. “Tidak ada kata main main untuk narkoba. Solo harus bebas dari narkoba,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI