Bocah Korban Kekerasan Ogah Kembali Bersama Orangtua Asuh

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kedua mata gadis kecil FR (5) tampak membiru akibat pukulan benda tumpul. Beberapa bagian jari tangan kanan juga mengalami luka bahkan berbekas seperti habis digigit gigi orang dewasa.

Rasa trauma pun dialami gadis kecil pintar yang kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara tersebut. Sempat ia mengungkap tak lagi sayang pada orangtua angkat (sebenarnya pakde-budhe) yang disebutnya sebagai mami-papi selama ini dan enggan tinggal bersama lagi di perjalanan hidup kedepan.

Sari Murti Widyastuti Ketua Lembaga Perlindungan Anak DIY mengatakan hal tersebut ketika bertemu dengan media di Mapolda DIY, Kamis (26/10/2017) kemarin. Sari Murti mengungkap sempat melakukan pembicaraan dengan FR saat berada di rumah sakit dan ketidakmauan tinggal dengan orangtua asuh yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka disampaikan pada pihak LPA.

“Saat kami bertemu di rumah sakit, anak tersebut mengatakan bahwa dia tidak sayang lagi dan tak mau pulang ke rumah (orangtua asuh). Ketika ditanya masih sayang tidak dengan mami, si anak bilang dia bukan ibuku lagi, di sini kami menilai bahwa pendapat anak harus dihargai karena dia punya alasan dan mengalami sendiri,” ungkapnya.

LPA DIY pun berharap semua pihak untuk memikirkan pendapat FR, yang tak lagi mau tinggal dengan kedua orangtua asuh yang diduga melakukan tindak penganiayaan sejak tiga tahun lalu. “Kedepan akan dipikirkan juga karena ini jadi tanggung jawab negara dan si anak (FR) hanya ingin sekolah. Anak itu sangat cerdas karena bisa bahasa Inggris otodidak jadi harus diselamatkan masa depannya,” sambung Saru Murti.

LPA DIY sendiri kini tengah menunggu hasil penyidikan Polda DIY pada dua tersangka suami istri SSH (41) dan DAIW (33) warga Perumahan Kadirojo Permai Sleman terkait legalitas pengasuhan anak. “Kami akan melihat dulu hasil penyelidikan apakah orang tua asuh ini secara legal atau ilegal, kalau legal maka harus dibicarakan secara detail,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan pasangan suami istri di Kadirojo Sleman tega melakukan kekerasan pada anak angkatnya lantaran dinilai tak mau mengikuti peraturan uang diperintahkan. Sang anak mengalami luka lebam di mata dan tangan hingga akhirnya Komite Sekolah TK B Kadirojo membantu melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Polda DIY hingga akhirnya SSH (41) dan DAIW (33) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI