Box Bayi, Kasur, dan AC hanya Fasilitas

SLEMAN,KRJOGJA.com – Kasus tuntutan dari seorang guru besar Universitas Gadjah Mada Prof Bambang Rusdiarso terus berlanjut, dengan agenda mendatangkan saksi-saksi kelanjutan kasus pelaporan terhadap mantan menantunya karena membawa sejumlah barang dari rumahnya berlangsung di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (12/5/2017).

Dalam keterangannya saat sidang, Bambang mengatakan bahwa barang-barang yang dibawa oleh mantan menantunya NP merupakan barang miliknya yang difasilitaskan kepada menantu dan cucunya saat tinggal di rumahnya.

"Itu barang-barang box bayi, kasur, dan Air Conditioner (AC) merupakan fasilitas. Jadi hak milik masih punya saya bukan kepunyaan anak saya atau menantu saya," katanya saat dimintai keterangan dalam sidang.
 
NP pergi dari rumah Bambang dengan membawa barang-barang, Bambang kemudian melaporkan NP ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencurian.

Dalam keterangannya saat sidang, Bambang juga menambahkan atas laporan tersebut memang ada beberapa faktor yang mendasari, selain permasalahan keluarga antara putranya dengan menantunya, juga karena Bambang merasa ada orang lain yang mengambil barang miliknya tanpa izin, serta ia juga menilai bahwa perginya menantunya dari rumah dengan membawa barang-barang merupakan perbuatan yang membuat dirinya dan keluarga merasa malu.

Sementata itu NP yang juga menghadiri sidang mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa jika barang berupa box bayi, kasur serta AC tersebut hanya sebuah fasilitas. Ia yang saat itu sudah merasa tidak betah dan ingin keluar dari rumah juga tidak menyangka bahwa permasalahan akan berujung seperti ini.

"Box bayi itu dulu memang saya minta kepada bapak (Bambang) sewaktu anak saya belum lahir sebagai kado untuk anak saya yang merupakan cucunya.  Sementara kasur dan AC ia meminta kepada suami saya yang kerja di Bojonegoro karena kondisi kasur di rumah saat itu tidak layak," katanya.

Kuasa hukum NP, Anasa Wijaya, menambahkan saat sidang yang mendatangkan tiga saksi tersebut memang ada keterangan yang sesuai namun ada juga keterangan saksi yang tidak sesuai dengan berkas BAP kepolisian. Ia mengatakan awal kasus ini memang berawal dari permasalahan keluarga sementara barang-barang yang dibawa oleh NP menurut pelapor jumlahnya juga tidak seberapa.

"Kalau dari keterangan saksi-saksi tadi kan memang ia juga menuturkan bahwa harga barang tidak seberapa, laporan lantaran pihak pelapor merasa malu atas kejadian tersebut dan tidak terima lantaran barang miliknya dibawa oleh NP," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan saat sidang sebelumnya, NP dilaporkan Bambang karena dianggap merugikan dengan membawa pergi box bayi, kasur, serta AC seharga Rp 8,25 juta. Atas tuntutan tersebut, NP kini terancam terkena hukuman lima tahun penjara karena dianggap melanggar pasal 362 KUHP Jo pasal 367 ayat 2. (*-3)

BERITA REKOMENDASI