Bunuh dan Buang Bayi, Perempuan Muda Dipenjara

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Aksi nekat Re (22) membunuh dan membuang bayi perempuan anak kandung sendiri, mengantar perempuan muda warga Desa Binangun Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo itu ke balik jeruji. Re terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Terungkapnya pembunuhan tersebut bermula dari temuan jasad bayi terbungkus kantong plastik dalam saluran irigasi Desa Binangun, Jumat (6/10/2017) pukul 06.00. "Mayat ditemukan petani setempat dan kemudian melapor ke Polsek Butuh. Anggota mengecek TKP dan mengevakuasi jasad bayi," ujar Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (12/10/2017).

Polisi mengamankan sampah yang ikut terbungkus dalam plastik berisi jasad itu. Setelah diselidiki, ditemukan satu nama. Anggota menelusuri nama tersebut hingga berhasil menemukan rumahnya di Binangun.

Ketika meminta keterangan dari keluarga, polisi menemukan Re dalam keadaan kurang gizi dan kelelahan. Hasil interogasi, katanya, menyimpulkan jika Re baru melahirkan pada Selasa (3/10/2017) dan membuang bayinya Rabu (4/10/2017). "Anggota kami mengamankan pelaku Jumat pukul 10.00, atau empat jam setelah penemuan orok. Langkah awal petugas adalah membawa ke rumah sakit untuk diobati," tuturnya.

Menurutnya, pembunuhan itu dilakukan karena Re kalut melahirkan anak tanpa suami. Re hamil akibat salah pergaulan ketika bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta. Pria yang menghamili tersangka, tidak mau bertanggungjawab. "Pertimbangan ekonomi dan sosial, merasa tidak ada solusi, akhirnya tersangka nekat. Padahal dari hasil otopsi, bayi itu lahir sehat dengan berat 0,98 kilogram dan panjang 45 sentimeter," terangnya.

Polisi berencana menjerat tersangka dengan Pasal 80 ayat 3 UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.(Jas)

BERITA REKOMENDASI