Curat Pecah Kaca Mobil Jadi Tugas Berat Polres Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dengan modus pecah kaca mobil belum berhasil diungkap Polres Sukoharjo. Kendala dihadapi polisi karena minimnya petunjuk. Penyelidikan masih dilakukan dengan berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain. Untuk mencegah kasus serupa terulang lagi Polres Sukoharjo menyebar anggota untuk patroli wilayah rawan kejahatan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Minggu (11/3/2018) mengatakan, terus berupaya melakukan pengungkapan terhadap sejumlah kasus curat dengan modus pecah kaca mobil. Kendala dihadapan petugas karena minimnya petunjuk dan saksi yang mengetahui kejadian. Pelaku diduga bekerja melakukan tindak kejahatannya tidak seorang diri melainkan melibatkan orang lain.

Penyelidikan masih dilakukan polisi dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan korban. Informasi dan petunjuk lain yang berhubungan dengan kejadian seperti rekaman kamera CCTV ikut dipantau.

Sejumlah kasus curat pecah kaca mobil di Sukoharjo diduga dilakukan pelaku profesional. Sebab dalam melakukan aksinya rapi dan tidak diketahui orang lain. Selain itu pelaku juga bisa mengetahui mobil yang akan jadi sasarannya.

"Satu pelaku dengan pelaku lainnya saling terhubung dan masing masing dari mereka memiliki tugas. Mulai dari mengintai dan mencari sasaran korban sampai eksekusi mengambil barang berharga korban," ujar AKBP Iwan Saktiadi.

Pengintaian dilakukan pelaku curat diduga dimulai dari bank saat korban melakukan transaksi keuangan. Selanjutnya pelaku membuntuti dan melakukan aksi kejahatannya saat korban lengah dengan memecah kaca mobil.

"Untuk mempercepat pengungkapan kasus kami juga berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain. Seperti kepolisian di Jakarta sebab disana ada kasus serupa apakah ada kecocokan pelaku atau tidak," lanjutnya.

Polres Sukoharjo melakukan usaha meminimalisir terulangnya lagi kasus curat pecah kaca mobil dengan memperbanyak patroli lapangan. Petugas disebar disejumlah wilayah rawan tindak kejahatan dengan sasaran tidak hanya curat saja namun juga pencurian dengan kekerasan (curas).

Tempat yang disasar untuk patroli oleh petugas Polres Sukoharjo seperti bank, toko emas, perkantoran, tempat hiburan, mall, perumahan, perkampungan dan lainnya. Patroli tidak hanya menggunakan kendaraan bermotor saja tapi juga sepeda angin dan jalan kaki.

Patroli dilakukan dengan mengambil jam secara acak oleh petugas Polres Sukoharjo. Hal tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Semisal saat jam salat Jumat dimana umat  Islam sedang beribadah maka tempat seperti bank dalam kondisi kosong dan rawan jadi sasaran tindak kejahatan maka perlu dipatroli. Termasuk juga patroli lapangan di jalan meminimalisir kejahatan curat pecah kaca mobil," lanjutnya.

Bahkan Polres Sukoharjo sudah memerintahkan anggotanya khususnya di hari Jumat untuk melakukan pengamanan masjid. Bagi anggota yang beragama Islam maka bisa sekalian salat Jumat di masjid yang jadi tempat pengamanan. Sedangkan anggota yang beda agama cukup melakukan pengamanan di luar.

"Bukan saja mengamankan masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya. Tapi kehadiran polisi bisa menjadi jaminan keamanan masyarakat saat beribadah dan meminimalisir tindak kejahatan," lanjutnya.

Seperti diketahui ada sejumlah kasus curat terjadi disejumlah wilayah dan masih ditangani Polres Sukoharjo. Seperti kasus curat pecah kaca mobil menimpa Kepala Desa (Kades)  Madegondo, Kecamatan Grogol Pratono pada Oktober 2017. Korban kehilangan uang sebesar Rp 313 juta yang merupakam uang dana desa dan dana bantuan provinsi. Pelaku melakukan tindak kejahatan dengan memecah kaca mobil dan mengambil uang yang disimpan di tas.(Mam)

 

BERITA REKOMENDASI