Curi Anjing dengan Diracun, Pelaku Tewas Dihajar Warga

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Salah satu dari dua pencuri anjing yang melakukan aksinya di Dukuh Wonodadi, Desa Karanganyar, Musuk, Boyolali, Sabtu (17/3/2018) pagi pekan kemarin, meninggal setelah diamuk warga. Pencuri anjing tersebut melakukan aksinya dengan memberi umpan berupa hati ayam yang telah diberi racun. Sedang anjing curiannya dijual ke pedagang seharga ratusan ribu per ekor, diduga untuk dijual kembali untuk kebutuhan kuliner penikmat daging anjing.  

Kasatrekrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, Minggu (18/3/2018) menjelaskan, dua pencuri anjing tersebut adalah warga Gagak Sipat, Kecamatan Ngemplak, yakni Danuri (40) dan YS (26). Saat dirawat di RSUD Pandanarang karena diamuk massa, Danuri akhirnya meregang nyawa pada Sabtu petang kemarin. Adapun YS kondisinya sudah membaik. Sebenarnya polisi hendak melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian Danuri, namun pihak keluarga menolak.  

Dari hasil penyelidikan, keduanya adalah pencuri spesialis anjing. Caranya dengan memberi umpan berupa daging yang telah ditaburi racun yang akan menyebabkan anjing sasarannya keracunan dan mati. Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan dua ekor anjing yang telah mati, daging umpan, dua belas tali, serta motor pelaku yang dibakar oleh massa.

Dari pemeriksaan sementara, anjing curian tersebut dijual kembali ke pedagang anjing. "Satu ekor anjing yang telah mati diracun tersebut dijual ke pedagang dengan harga sekitar Rp600an ribu per ekor," terang Willy.

Meski belum memastikan untuk tujuan apa anjing tersebut dicuri dan dijual, kuat dugaan bahwa anjing curian tersebut digunakan untuk kuliner daging anjing, terkenal dengan sebutan sate jamu atau rica-rica guk-guk, yang warungnya banyak tersebar di wilayah Solo dan sekitarnya.

Jika dugaannya benar, hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan pengkonsumsinya. Sebab konsumen daging anjing tersebut menyantap anjing yang diperoleh dengan cara diracun. "Jenis racunnya masih kami selidiki. Nanti kalau kondisi pelaku sudah membaik akan kami mintai keterangan lagi," pungkasnya. (Gal)

 

 

BERITA REKOMENDASI