Damai, Kasus Video Viral Nenek Rubingah Rampung

SLEMAN, KRJOGJA.com – Video tentang seorang nenek Rubingah (73) yang ditendang seseorang sempat viral di jagat maya. Menanggapi kejadian tersebut, Polres Sleman telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengungkapkan, terkait video yang viral baru-baru ini sudah diselesaikan antara nenek Rubingah dengan Ngadirin (60) yang melakukan penendangan.  

Kapolres menyayangkan perbuatan tersebut lantaran nenek Rubingah mendapatkan perlakuan tak mengenakan karena mengambil sesuatu yang nilainya tak seberapa. "Setelah videonya viral, saya langsung meminta penyidik untuk mendalami siapa saja orang yang ada di dalam video itu," terang Kapolres Sleman, Sabtu (25/1/2020) malam.

Menurutnya, penyelesaian kasus tersebut juga dibantu Pemkab Sleman yang bersepakat melakukan mediasi. Terhitung sejak tanggal 23 Januari sudah ada kesepakatan antara Ngadirin dengan nenek Rubingah. Fakta di lapangan memang ada rangkaian kejadian, mulai dari pencurian, dugaan penganiayaan sampai proses mediasi yang sudah dilakukan jajaran Polsek Prambanan dan Polres Sleman. 

"Kedua belah pihak sepakat tidak memperkarakan masalah tersebut ke jalur hukum. Mereka sudah saling bertemu di Polsek Prambanan dan saling memaafkan," beber Kapolres.

AKBP Rizky mengimbau, setelah kejadian ini, masyarat tidak mudah melakukan kekerasan. "Kalau ada kejahatan disekitar kita. Tapi tolong kalau ada apa-apa hindari kekerasan, serahkan ke polisi," tegasnya.

Pascakejadian ini, justru terkuak fakta jika Nenek Rubingah hidup sendirian di rumah yang beralamat di Kranggan Baru RT 04 RT 31, Jogotirto, Prambanan, Sleman. Bahkan ia hidup dalam rumah yang mengenaskan dengan tidur di kamar tanpa dipan, hanya beralaskan tikar. Rubingah yang hidup serba kekurangan, kini banyak yang memberi bantuan dari berbagai kalangan. Bahkan rumahnya akan diperbaiki. 

"Ada hikmahnya dibalik kejadian ini, banyak yang mau membantu untuk memperbaiki rumahnya. Proses bantuan ini dibantu oleh para tetangga atau kadus setempat," tutup Kapolres. (Aha)

BERITA REKOMENDASI