Dicopot, Lima Petugas Lapas Narkotika Jalani Pemeriksaan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com  – Lima petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika IIA Yogyakarta dicopot dari jabatannya dan ditarik kembali ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkumham DIY). Kelima petugas ini dinilai yang paling bertanggung jawab atas laporan dugaan adanya tindak kekerasan pada narapidana yang mereka bina.
“Masih kita konfrontir dalam investigasi, dan sementara kita tarik. Kalau terbukti tentu ada sanksi sesuai aturan. Tapi kalau memang tidak terbukti dan telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) bisa kita kembalikan ke posisinya,” tutur Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir ketika dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021) di kantornya.
Kelima petugas ini diduga melakukan pembinaan dengan hukuman yang dirasa berlebihan  pada warga binaan baru.
“Kondisi saat ini petugas Lapas Narkotika yang masih bertugas juga shock apalagi dengan ditariknya lima petugas. Harapannya adanya laporan kasus ini tidak mengendorkan semangat untuk memerangi narkoba, justru semakin semangat dan lebih baik,” ungkapnya.
Budi menyatakan kemungkinan benar ada perlakuan yang keras pada warga binaan baru.
“Keras dengan tujuan adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik pada narapidana, tapi tentunya masih dalam batas perikemanusiaan (sesuai SOP) tidak sesadis seperti yang dilaporkan ke Ombudsman. Jadi kabar kalau sampai ada yang meninggal itu tidak benar dan sangat berlebihan,” tegas Budi.
Menurut Budi investigasi terus dilakukan dan secepatnya hasil akan diumumkan. “Meski pekerjaan Kemenkumham banyak, tetapi investigasi ini tetap menjadi prioritas,” jelasnya
Lima petugas tersebut diduga terlibat dalam tindak kekerasan di Blok Edelweis Lapas Narkotika Yogyakarta setelah ada investigasi selama empat hari. Salah satu yang ditarik diantaranya Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Yogyakarta.
Sampai saat ini, lima petugas tersebut masih dimintai keterangannya di Kanwil Kemenkumham DIY. “Kita  gali dulu sejauh mana peran mereka dalam dugaan terjadinya tindak kekerasan di Lapas Narkotika,” pungkas Budi. (Vin)

BERITA REKOMENDASI