Diduga Dukun Cabul, Warga Gerebek Rumah Gus Amin

SUKOHARJO (KRjogja.com) – RH (60) alias Gus Amin warga Surabaya, Jawa Timur digerebek warga Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo disebuah rumah kontrak di Dukuh Kudurejo RT 1 RW 6, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Rabu (13/7/2016). Aksi dilakukan setelah warga geram dengan ulah Gus Amin yang membuka praktek dukun diduga cabul. Tersangka sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Sukoharjo. Selain itu sejumlah barang bukti juga sudah diamankan petugas.

Salah satu warga Gumpang, Kartasura, Wisnu, Rabu (13/7/2016) malam mengatakan, pengerebekan warga dilakukan dengan memberikan umpan salah satu korban Wul (16) warga Ngadirejo, Kartasura. Gus Amin sendiri diketahui pulang ke kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timur dan pulang kembali ke rumah kontrakan di Kudurejo, Purbayan, Baki pada Selasa (12/7/2016) sore.

Wul kemudian pada Selasa (12/7/2016) malam dengan diantar ibunya Sol (36) datang ke rumah kontrakan Gus Amin. Kedatangan keduanya dipantau langsung warga dengan melakukan pengamatan di luar.

Sol usai mengantar kemudian meninggalkan Wul di rumah kontrakan bersama Gus Amin. Dilokasi tersebut juga banyak pasien lain yang ingin mendapatkan pengobatan dari Gus Amin.

Pada Rabu (13/7/2016) sekitar pukul 01.30 dinihari warga kemudian bergerak setelah mengetahui kabar Wul sudah mendapatkan penanganan dari Gus Amin. Warga kemudian memaksa masuk dan mendobrak pintu tempat praktek. Warga mendapati Gus Amin dan Wul dalam kondisi telanjang bulat tanpa pakaian.

Aksi gerebek tersebut membuat warga yang tinggal disekitar rumah kontrakan Gus Amin kaget. Merekapun mendekat untuk melihat peristiwa sesungguhnya.

“Sol dan Wul ini hubunganya ibu dan anak dan keduanya sudah dicabuli oleh Gus Amin. Sol dicabuli sebanyak tiga kali dan Wul dua kali. Saat digerebek warga mendapati Gus Amin dan Wul didalam satu kamar dalam keadaan telanjang bulat,” ujar Wisnu.

Wisnu mengatakan, sebelum melakukan aksi pengerebekan warga mendapatkan keluhan dari korban Sol dan Wul. Keduanya mengaku dicabuli oleh Gus Amin saat mendatangi rumah kontrak praktek pengobatan.

“Korban diduga sangat banyak. Sebab pada saat pengerebekan saja ada tujuh orang korban. Dua perempuan yakni Wul dan Sol dan lima laki-laki. Selain itu ada dua korban perempuan lagi dari Solo sudah melapor dan korban dari Purwodadi segera ikut melapor ke polisi,” lanjutnya.

Perbuatan yang dilakukan Gus Amin membuat warga dari Gumpang, Kartasura dan Kudurejo, Purbayan, Baki geram. Merekapun mengeluarkan paksa barang milik Gus Amin dari dalam rumah dan selanjutnya membakarnya di luar. Aksi warga mendapatkan pengamanan ketat dari aparat polisi dan TNI serta perangkat desa.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Dwi Haryadi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya Polres Sukoharjo akan mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan korban dan para saksi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI