Diduga Pungli, Kades Teras Jadi Tersangka

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kepolisian menyerahkan berkas perkara tahap dua kasus tindak pidana korupsi dengan tersangka Kepala Desa Teras, Kecamatan Teras, Heri Dwi Widianto, ke Kejaksaan Negeri (Kejari Boyolali), Senin (12/03/2018) atas dugaan melakukan pungutan liar dalam proses pembangunan perumahan bersubsidi di wilayah desa setempat.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim, AKP Willy Budianto menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal berawal dari aduan masyarakat melalui media sosial kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bahwa ada tindakan pungutan liar (pungli) yang dalam penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Desa Teras. 

Sebagai tindak lanjut, kata AKBP Aries Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Boyolali lalu melakukan penyelidikan dan kemudian menetapkan Kades Teras, Heri Dwi Widianto, sebagai tersangka. Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, diantaranya berbagai dokumen, kwitansi serta uang tunai dugaan Pungli sebesa Rp 110.612.000.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak satu milyar rupiah," jelasnya.

Kasi Pidsus Kejari Boyolali, Setiawan Joko menceritakan, dugaan korupsi yang dilakukan Kades teras dilakukan dalam kurun waktu 2016-2017, dimana pada November 2016 lalu, tersangka menyalahgunakan kewenangannya untuk memaksa pihak pengembang perumahan, yakni PT Adi Propertindo, untuk membayar IMB, kompensasi jalan dan transport sebesar Rp57,8 juta. Biaya tersebut digunakan untuk ijin pembangunan dua komplek perumahan. (Gal)

BERITA REKOMENDASI