Dihukum Seumur Hidup, Penyelundup Sabu ‘Semaput’

SEMARANG (KRjogja.com) – Pengunjung sidang putusan, Selasa (15/11/2016) petang di PN Semarang tiba-tiba dibuat kaget. Terdakwa Faiq Akhtar ketika berdiri mendengarkan amar putusan dibacakan ketua majelis hakim diketuai Sartono tiba-tiba lunglai, lalu jatuh tidak sadarkan.

Faig terbukti bersalah melanggar pasal 113 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang narkotika dijatuhi hukuman seumur hidup. Vonis itu sebenarnya lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang mengganjar hukuman mati.  

Sebelumnya, rekan Faiq bernama Muhamad Riaz alias Mr Khan divonis mati. Pertimbangan majelis hakim bahwa terdakwa Mr Khan dikenal sebagai otak penyelundupan mesin genset yang diisi 97 kg sabu pada Januari lalu. Perbuatan Mr Khan merusak masa depan, terutama gerasi muda.

Selain itu di ruang sidang berbeda digelar sidang putusan bagi lima orang WNI kaki tangan Mr Khan. Mereka  Mereka dikenai sanki hukuman bervariasi. Ke lima orang itu Peni Suprapti, Citra Kurniawan, Restiyadi Sayoko, Tommy Agung Pratomo dan Didi Triono. Peni yang nikah siri dengan otak penyelundup Mr Chan divonis 18 tahun, Citra Kurniawan dan Tommy Agung Pratomo yang menyiapkan dokumen impor mesin genset berisi sabu dari Tiongkok ke Jepara lewat pelabuhan Tanjung Emas Semarang divonis lebih berat dibanding Peni Suprapti. Yakni, masing-masing seumur hidup. Sedangkan 2 WNI lainnya Restiyadi Sayoko dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan Didi Triono selama 15 tahun.

Penyelundupan narkotika 97 kg dengan kedok ekspor mesin genset dari Guangzhou, Cina ke Jepara lewat pelabuhan Tanjung Emas Semarang terbongkar Januari 2016. Terungkapnya peredaran narkoba senilai miliaran rupiah di Desa Batu Alit Jepara itu atas kerja sama Bea Cukai dan Badan narkotika nasional (BNN). (Cry)

BERITA REKOMENDASI