Dijerat Pasal Pembunuhan, Penabrak ‘Klithih’ jadi Tersangka

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus tewasnya dua pelajar yang diduga pelaku klithih, setelah ditabrak pengemudi pikup di Margokaton Seyegan Sleman, Jumat 7 Desember 2018 lalu, memasuki babak baru. Pengemudi pikup Nopol R 1913 VE, NI (35), warga Seyegan Sleman, kini berstatus tersangka pembunuhan atas tewasnya Af (20) dan Rt (17). 

Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, kini menanti NI. "Pengemudi pikup berstatus tersangka sejak April dan kita kenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, ancaman hukumannya 15 tahun," jelas Kasat Reskrim Polres Sleman Polda DIY AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK mewakili Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah SIK, Minggu (30/6/2019).

Dijelaskan Anggaito, penetapan status tersangka ini, setelah adanya laporan dari salah satu orangtua pelajar yang tewas pada Januari lalu itu. Penyelidikan dilakukan dan kasus tersebut naik ke tahap penyidikan dengan NI sebagai tersangka tunggal. 

Meskipun berstatus tersangka, namun NI tidak ditahan tapi wajib apel seminggu dua kali. Alasannya, selama ini tersangka kooperatif dan masih merawat istrinya yang sakit karena saat kejadian ikut dalam mobil pikup yang dikemudikan NI. "Dalam kasus ini kami menyita satu buah stik besi, mobil pikup dan Honda Scoopy sebagai barang bukti," katanya.

Anggaito mengatakan, pekan kemarin penyidik melakukan reka ulang atau rekonstruksi kasus yang sempat menghebohkan masyarakat ini. Tersangka memperagakan 8 adegan dalam rekonstruksi yang digelar di 4 lokasi berbeda tersebut.

Adegan pertama, dimulai di dekat kantor Kecamatan Mlati Sleman. Di tempat itu, diperagakan saat tersangka yang sedang mengemudi pikup bersama istrinya, tiba-tiba dikejutkan ulah Af dan Rt yang berboncengan motor Scoopy dari arah berlawanan. Kedua pelajar itu, memukul kaca spion pikup yang dikemudikan tersangka, di sebelah kanan menggunakan stik besi.

Tersangka NI kemudian berbalik arah dan mengejar Af dan Rt yang melaju menuju arah Seyegan. Sampai di pertigaan Bakalan, lanjutnya, tersangka sempat diingatkan istrinya agar tidak melakukan pengejaran. Namun, karena masih melihat sorot lampu motor mengingat peristiwa itu terjadi dini hari, NI terus mengejar. Setibanya di perempatan Seyegan, salah satu dari mereka mengacungkan stik besi sambil mengancam akan membunuh NI. Kedua pelajar itu terus memacu motornya ke arah Barat.

"Sampai depan Puskesmas Seyegan, menurut NI, dia melaju agak zig-zag, sehingga motor di depannya ditabrak. Ketabrak atau ditabrak, tetapi terjadi tabrakan antara motor dan pikup yang arahnya dari belakang. Pengemudi dan pembonceng motor Scoopy meninggal di TKP, sedangkan pengemudi pikup dan istrinya mengalami luka," ungkap Anggaito.

Kasat Serse Polres Sleman ini menambahkan, apakah yang dilakukan tersangka NI termasuk membela diri atau bukan, akan dibuktikan saat di persidangan. Setelah rekonstruksi, penyidik segera mengirim berkas perkara tersebut ke kejaksaan.(Ayu)

BERITA REKOMENDASI