Dilarang Bermain, Siswa SD Gantung Diri

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Seorang pelajar, kelas 6 salah satu SD di Parakan, DI ditemukan orang tuanya gantung diri di blandar rumahnya di Dusun Pulutan Rt 02 Rw 02 Desa Watukumpul Kecamatan Parakan Temanggung. Diduga DI nekat gantung diri lantaran dilarang orang tuanya saat ia minta izin untuk bermain.

Kapolsek Parakan AKP Setya Budi Waspada mengungkapkan, keterangan Sutinah (36) ibu dari DI, sekitar pukul 17.30 WIB putranya meminta ijin untuk keluar bermain. Karena dirasa sudah petang maka Sutinah tidak mengizinkannya.

Sutinah justru meminta Di untuk belajar sambil menepuk bagian punggung bocah tersebut. DI tak menerima dengan apa yang dilakukan ibunya itu, bahkan ia merasa Sutinah hendak membenturkan tubuhnya ke pintu.

“Karena tersinggung DI lalu mengancam hendak bunuh diri, namun ibunya mengira ucapan itu tak serius. Ibu kemudian keluar rumah untuk berjualan,” ungkap Setya Budi Waspada.

Sekitar pukul 18.30 WIB Sutinah pulang dan menjumpai pintu rumah tertutup rapat dan terkunci dari dalam. Ia mengetuk  pintu berulang-ulang ternyata tidak bisa dibuka, lalu pintu rumah didobrak. Setelah dicek didapati anaknya sudah menggantung di blandar kamar tidurnya.

Dia mengatakan warga berusaha menolong dengan membawa ke RS PKU Muhammadiah karena diduga masih hidup saat diturunkan. Namun setelah dilakukam pengecekan oleh dokter jaga RS PKU Muhammadiah Parakan ternyata sudah meninggal. "Diprediksi korban meninggal di perjalanan,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI