Dit Pol Air Grebek Tambang di Kulonprogo

BANTUL, KRJOGJA.com – Petugas Dit Pol Air Polda DIY menggrebek tambang pasir yang ditengarai belum mengantongi izin di Kabupaten Kulonprogo, Minggu (07/01/2017) dinihari.  Dalam penggrebekan itu petugas menyita barang bukti 4 unit truk, 1 colt pik up, sejumlah mesin sedot pasir.

Sementara 15 orang terdiri sopir dan penambang  dibawa ke Mako Pol Air Polda DIY di Pantai Depok Parangtritis Kretek Bantul.  Selain itu satu penambang berinisial Ys diduga juga mengonsumsi narkoba. 

BACA JUGA :

Pengusaha Tambang Pasir Bohongi Masyarakat?

Penggunaan Mesin Sedot Ancam Petambang Pasir Sungai Opak

Polisi Tertibkan Tambang Pasir Ilegal

Kasubdit Gakku Dit Pol Air Polda DIY AKBP Tri Sugi Hartana membantah berita jika  ada penambang pasir terlibat penyalahgunaan narkoba. "Soal narkoba itu tidak benar, siapa yang bilang.  Mereka itu penambang pasir, mau makan saja sulit. Apalagi sampai untuk narkoba,” ujar Tri Sugi Hartana.  

Sejauh ini, kata AKBP Tri Sugi Hartana sudah tiga orang diperiksa untuk kasus penambangan pasir itu. Namun, belum menetapkan tersangka dalam kasus tembang tersebut.  Semua masih dalam pemeriksaan penyidik.

Informasi yang dihimpun KRJOGJA.com di lapangan menyebutkan, sebelum digrebek, Minggu (07/01/2017) petugas  sudah melakukan pengintaian sejak beberapa hari di daerah Kulonprogo. Namun petugas merasa kehadirannya sudah diketahuai, sehingga tidak bisa langsung masuk ke area tambang.  

Selanjutnya Minggu (7/1) dinihari petugas sudah masuk ke area tambang  dengan mengendarai dam truk. Dipilihnya armada truk tersebut karena akses menuju area tambang  dijaga ketat. Sehingga hanya dengan cara itu petugas bisa masuk ke area tambang.  Dari pos jaga untuk sampai area tambang harus jalan sekitar 2 km.  

Setelah berhasil masuk ke area tambang sekitar Minggu dinihari, sejumlah truk lain juga sudah masuk untuk mengisi pasir.  Sekitar pukul 04.30  proses pengisian pasir sudah dimulai sementara truk yang dibawa petugas Pol Air dan sejumlah anggota masih berada diluar kawasan. Didapat informasi jika satu truk seharga Rp 1 juta lebih. Namun harga tersebut masih bisa berubah tergantung hasil nego dengan pengelola. (Roy)

BERITA REKOMENDASI