Dokumen Bank Dipalsukan, Jaksa Tuntut 1 Tahun Penjara

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siti Mahanim SH menuntut Mar, salah seorang oknum karyawan salah satu bank dengan 1 tahun penjara dalam sidang yang dugelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin (04/10/2021). Terdakwa dianggap secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP yakni tentang memalsukan dokumen.

Hal yang memberatkan menurut jaksa, terdakwa yang bekerja di salah satu bank BUMN seharusnya bersikap jujur. “Selain itu terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Sedang hal yang meringankan terdakwa sebagai tulang punggung keluarga,” ucap Siti Mahanim.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ketua Suratni SH, jaksa mengungkapkan kasus ini berawal dari pinjaman di KCP Pasar Tajem oleh saksi korban Gerhard Lumban Tobing pada 23 Februari 2017 namun tahun 2018 macet. GL Tobing menyatakan sudah tidak mampu membayar dan minta jaminannya disita dan hutang lunas.

Namun pada Agustus 2018 tanpa sepengetahuan GL Tobing pinjamannya itu dibuat restrukturisasi kredit. DR selaku Branch Manager KCP memerintahkan terdakwa M untuk meminta tanda tangan, dokumen korban sebagai kelengkapan persyaratan dan RM anggota mitra mikro menyiapkan dokumen.

Setelah terkumpul dilakukan analisis kredit untuk membuat draft adendum restrukturisasi kredit korban. Merasa pengajuan restrukturisasi bukan tanda tangannya, korban tidak mau. menandatangani addendum III.

Pengecekan di Laboratorium Kriminalistik Semarang dilakukan dan terbukti tanda tangan korban dipalsukan. Korban GL Tobing akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya itu.

Kuasa hukum terdakwa Mujiman SH atas tuntutan tersebut menegaskan segera mengajukan pembelaan (pledoi). “Pledoi segera kami susun dan akan disampaikan dalam sidang selanjutnya,” ucap Mujiman.

Sementara itu GL Tobing melalui kuasa hukumnya, Bayu Hutabarat SH berharap kejaksaan memproses lebih lanjut dua tersangka lainnya DR dan RM dari pihak bank. Menurutnya alat bukti yang menjerat dua tersangka lainnya sudah cukup untuk dibawa ke meja hijau.

“Semula tiga tersangka ditetapkan Polda DIY, kemudian displit berkasnya. Dua tersangka ini sudah dilimpahkan penyidik ke kejaksaan, namun dikembalikan dengan perintah untuk dilengkapi alat buktinya,” kata Bayu. (Van)

BERITA REKOMENDASI