Dua Mesin Pompa Air Jadi Alat Bukti

SUKOHARJO (KRjogja.com) – PLN Rayon Sukoharjo melakukan koordinasi dengan Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) terkait kasus dugaan pencurian listrik dari dua unit mesin pompa air di Desa Karangmojo, Kecamatan Weru. Aparat penegak hukum dari dua lembaga tersebut sudah bertindak dengan melakukan penyitaan barang bukti serta meminta keterangan saksi.

Manajer PLN Rayon Sukoharjo Untung Cahyono, Jumat (5/8/2016) mengatakan, pihak kepolisian sudah turun tangan dengan mendatangi langsung ke lokasi dan melakukan penyitaan terhadap dua unit mesin pompa air. Dari penyelidikan diketahui pencurian listrik terjadi karena dua unit mesin pompa air dialiri listrik dari sambungan penerangan jalan umum (PJU). Sambungan listrik tersebut dianggap ilegal dan menyalahi aturan.

Dari perhitungan PLN Rayon Sukoharjo diketahui akibat dugaan kasus pencurian listrik tersebut menimbulkan kerugian sebesar Rp 54 juta. Nominal tersebut muncul setelah tagihan listrik selama dua bulan belum dibayar. Nominal bisa bertambah apabila pada tagihan bulan ketiga Agustus ini juga tidak dibayar.

Namun nilai tersebut kemudian dirubah PLN Rayon Sukoharjo karena dipakai untuk kepentingan sosial masyarakat menjadi Rp 38 juta dengan perhitungan dua bulan tunggakan. Setiap bulan nominal tagihan yang harus dibayarkan sebesar Rp 19 juta.

Di lapangan PLN bersama kepolisian menemukan bukti dua unit mesin pompa air tersebut merupakan bantuan dari seseorang kepada warga Desa Karangmojo, Kecamatan Weru. Kedua mesin pompa tersebut dipergunakan untuk menyedot air dari sungai dan mengalirkannya untuk dipakai warga. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI