Dua Pelajar Terlibat Narkoba Bakal Diberikan Pendampingan

BOYOLALI (KRjogja.com) – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Boyolali akan memberikan pendampingan pada dua pelajar SMA yang terlibat usaha penyelundupan narkotika jenis sabu ke Rutan Boyolali.

Ketua P2TP2A Boyolali, Dinuk Prabandini, Jumat (26/8/2016) menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Boyolali dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo untuk rencana pendampingan dari aspek hukum dan psikologis kedua pelajar yang tersandung masalah narkoba tersebut. Pendampingan ini diperlukan karena keduanya masih berstatus pelajar dan usianya masih di bawah umur.  

Pendampingan tersebut juga diperlukan untuk menggali kenapa keduanya terlibat dan terjerumus dalam penggunaan dan peredaran narkoba.

"Harapannya dengan adanya pendampingan, nanti mereka ‎tak lagi terjerumus dalam jaringan peredaran narkoba," terang Dinuk.

Kasus terlibatnya dua pejalar dalam jaringan narkoba menjadi perhatian serius, sebab pencegahan narkoba di kalangan pelajar dan anak-anak usia di bawa umur merupakan salah satu program kerja utama P2TP2A Boyolali. Untuk tahun ini, imbuh Dinuk, pihaknya sudah mengagendakan berbagai program seperti seminar dan sosialisasi untuk pencegahan narkoba di kalangan pelajar. Sebab kalangan pelajar adalah salah satu sasaran empuk dari sindikat narkoba.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (24/8/2016) kemarin, dua pelajar salah satu SMA di Boyolali, KAS dan BRS, ketahuan mencoba menyelundupkan sabu ke dalam Rutan Boyolali untuk seorang tahanan. Sabu tersebut disembunyikan dalam kepala ikan kakap. Dari tes urine yang dilakukan pihak kepolisian, keduanya juga ternyata positif mengkonsumsi narkoba. (M-9)‎

 

BERITA REKOMENDASI