Dugaan Pelanggaran Lelang Jadi Temuan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejanggalan dalam proses lelang salah satu proyek pembangunan di Yogya jadi temuan Forum Rakyat Jogjakarta (FRJ). Beberapa hal mengenai lelang yang dilakukan pihak terkait menurut FRJ diduga terjadi penyimpangan dan tak sesuai aturan.

Koordinator II FRJ, Mulyono Adi Prawiro Utomo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (01/07/2020) menyebutkan saat ini tender tersebut telah mendapatkan pemenang lelang dimana penandatanganan kontrak sudah dilakukan pada Senin (29/06/2020) lalu. Padahal dalam proses lelang masih ada pihak peserta yang melakukan sanggahan dan belum mendapat jawaban.

“Tiga perusahaan yang ikut dalam lelang tersebut melakukan sanggahan namun mengapa pemenang lelang justru sudah penandatanganan kontrak, padahal seharusnya sanggahan wajib dijawab. Dengan ini maka penandatanganan kontrak tersebut bisa dikatakan ilegal,” jelasnya

Dengan adanya tahapan yang belum selesai dilalui tersebut, Mulyono menyatakan seharusnya kontrak tersebut batal demi hukum. Selain itu pihak-pihak yang terkait dengan lelang tersebut juga wajib untuk bertanggungjawab.

Proyek dengan nominal Rp 13 miliar itu mengerjakan perkuatan tebing Sungai Bedog. Sebelumnya Lembaga Swadaya Mayarakat (LSM) ini juga menemukan beberapa dugaan kesalahan yang dilakukan pihak penyelenggara dalam lelang tersebut, baik itu terkait proses verifikasi peserta lelang yang tidak sesuai, indikasi melampaui wewenang hingga adanya persyaratan yang tidak benar. (*)

BERITA REKOMENDASI