Dukun Cabul Terancam Hukuman Kebiri

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – RH (60) alias Amin seorang dukun yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur terancam hukuman kebiri. Ancaman sanksi tersebut mengacu pada aturan baru dari pemerintah pusat dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 Tahun 2016 tentang pemberatan hukuman cabul.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Dwi Haryadi tersangka Amin dijerat Undang Undang Perlindungan Anak Pasal 81 ayat 2 dan pasal 82 ayat 1 tentang cabul dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Namun tersangka Amin juga dijerat dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 Tahun 2016 tentang pemberatan hukuman cabul dan diancam hukuman kebiri. “Pasal yang dikenakan kepada tersangka seperti itu termasuk ancaman hukuman kebiri,” ujar Dwi Haryadi.

Kronologi pencabulan bermula sekitar empat bulan lalu saat korban Sol (36) seorang janda meminta bantuan kepada dukun Amin agar usaha dagangannya berjualan panci laris. Namun dalam perjalanannya Amin menanyakan kepada Sol agar Wul (16) anaknya juga dilakukan pengobatan agar tidak tercemar dan diganggu laki laki dengan cara dipagari.

Amin mengakui perbuatannya telah mencabuli ibu dan anak tersebut. Dari hasil pengakuan tersangka dihadapan penyidik pencabulan belum sampai terjadi hubungan badan. “Pengakuan pelaku sudah melakukan perbuatan cabul terhadap korban Wul sebanyak empat kali,” lanjutnya.

Dwi Haryadi menegaskan, Polres Sukoharjo dalam hal ini lebih memprioritaskan pada kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur yakni korban Wul. Sedangkan korban Sol untuk sementara tidak diproses karena sudah dewasa. “Untuk korban anak dibawah umur ada dua yakni Wul dan ada satu anak lagi lainnya,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI