Empat Mahasiswa Palsukan e-KTP untuk Sewa Mobil Rental

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Sindikat penipu mencoba menggelapkan mobil rental dengan modus meminjam kendaraan menggunakan KTP elektronik (e-KTP) palsu sebagai jaminan. Komplotan ini dijalankan oleh empat orang mahasiswa dari luar Yogyakarta yang sengaja datang ke kota ini untuk melancarkan aksinya. Dengan modal alat scan, printer serta setrika listrik sindikat ini sukses mencetak e-KTP palsu dan berupaya menggelapkan satu unit mobil rental milik Fetra Aulia (27) warga Pleret Bantul.

Keempat pelaku masing-masing Ifn (22) alias Krebo mahasiswa warga Tambora Jakarta Barat, Abd (20) alias Adit, Rio (19) alias Kebo dan Ran (21) alias Gambreng ketiganya mahasiswa asal warga Cirebon Jawa Barat. Keempatnya datang ke Yogyakarta atas perintah seseorang yang disebut-sebut bernama Ade alias Asep.

Setibanya di kota ini mereka menginap di Hotel Kalingga kawasan Danurejan, Yogyakarta. Melalui telephon dan pesan singkat WhatsApp (WA) para pelaku diperintahkan oleh Asep untuk mencetak e-KTP palsu.

“Asep memandu cara membuat e-KTP melalui email. Keempatnya diperintahkan membuat e-KTP palsu atas nama Ahmad Irfan Sudrajat dengan diberi foto tersangka Ifn,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Kasim Akbar Bantilan di ruang kerjanya, Senin (16/01/2017).

Keempatnya kemudian berbagi tugas. Krebo dan Adit bertugas untuk membeli perlengkapan mencetak e-KTP palsu seperti mesin scan, printer, setrika, kertas foto dan peralatan lainya di kawasan Jalan Wates. Sementara Kebo dan Gambreng bertugas mengedit dan mencetak e-KTP palsu.

Setelah e-KTP palsu tercetak, Asep memerintahkan keempat pelaku untuk berpindah ke Hotel Bakti di Jalan Hayam Wuruk Yogyakarta. Di lokasi ini Asep telah mengatur pertemuan antara pihak rental dan para tersangka untuk melakukan transaksi penyewaan.

Setelah bertemu kemudian Krebo menyerahkan e-KTP palsu tersebut serta menandatangani surat perjanjian peminjaman mobil. Saat itu pihak rental merasa curiga dengan kartu pengenal yang ditunjukkan Krebo. Pihak rental langsung melaporkan peristiwa tersebut dan tak lama kemudian Polisi datang ke hotel untuk menangkap para pelaku.

“Rencananya mobil rental ini akan dibawa ke Cirebon untuk diserahkan kepada Asep. Keempatnya akan dipandu melalui telephon dan bertemu di suatu tempat yang disepakati. Namun sebelum itu terlaksana petugas berhasil menggagalkan,” jelasnya.

Para pelaku dijanjikan uang masing-masing Rp 5 juta jika berhasil membawa mobil rental tersebut kepada Asep. Kini Polisi tengah memburu keberadaan Asep yang merupakan otak dari sindikat ini. (Van)

BERITA REKOMENDASI