Enam Tersangka Mangkir Pemanggilan Penyidik

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak enam tersangka kasus dugaan kekerasan diksar mapala UII Yogyakarta mangkir dari pemanggilan penyidik Polres Karanganyar, Senin (15/5/2017). Alasan pasti enam tersangka itu menolak hadir masih misterius.

“Dibatasi waktu sampai pukul 16.00 WIB. Tapi sampai waktu yang ditentukan, enam tersangka tidak terlihat memenuhi panggilan penyidik,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada KRJOGJA.com, Senin (15/5/2017).

Pemanggilan perdana enam staf operasional panitia diksar mapala UII tersebut dalam kapasitas memberikan keterangan selaku tersangka kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan 34 peserta diksar terluka dan tiga lainnya meninggal dunia. Penyidik melayangkan surat pemanggilan kepada para tersangka yang ditembuskan Rektorat UII Yogyakarta, indekos dan alamatnya di kampung halaman pada Rabu (10/5/2017).

Menurut Kapolres, sedianya hal itu menampik alasan para tersangka apabila berdalih tidak mengetahui pemanggilan. Terlebih, informasi itu sudah tersiar lewat media massa. Enam tersangka itu berstatus mahasiswa DO (dropout) dan skrorsing dari kampusnya, yakni DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K dan TAR alias R. Sedangkan alasan mereka mangkir belum diketahui, baik secara pribadi maupun disampaikan lewat institusi maupun kuasa hukumnya.

Kapolres mengatakan, penyidik langsung melayangkan surat pemanggilan kedua dengan jadwal pemeriksaan pada Jumat (19/5/2017). Jika enam tersangka kembali mangkir, penyidik masih memiliki satu lagi kesempatan memanggil untuk terakhir kalinya. Jika masih juga menolak, polisi terpaksa menjemput paksa. Kapolres mengatakan para tersangka berkampung halaman dari luar Yogyakarta. Namun ia tak menyebut secara gamblang posisi mereka sekarang.

“Terdapat pertimbangan subyektif penyidik dalam menangkap tersangka. Khawatir tersangka kabur, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti. Nanti kita lihat setelah pemanggilan ini. Semoga tidak perlu dilakukan penjemputan paksa,” katanya.

Kapolres mengatakan, penuntasan kasus dugaan kekerasan diksar jilid II tergantung kooperatif para tersangka menjalani pemeriksaan. Sejauh ini, berkas kasus jilid I sudah diteliti jaksa penuntut umum (JPU) dan siap disidangkan.

Sementara itu di ruang penyidikan Polres Karanganyar belum tampak tersangka kasus dugaan kekerasan diksar diperiksa petugas. Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Rochmat Ashari mengatakan ia menyiapkan 35 penyidik dalam kasus diksar maut.

“Dari awal disiapkan 35 penyidik. Sedangkan untuk pemeriksaan kasus jilid II ada enam yang disiapkan. Materi pemeriksaan seputar andilnya menyebabkan korban luka dan tewas,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI