Garap Anak Tiri, SA Terancam Penjara 15 Tahun

CILACAP, KRJOGJA.com – Sag (41) warga Dusun Karang Jengkol RT 001 RW 006 Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap, kini mendekam di kamar tahanan Polsek Jeruklegi, karena dilaporkan isterinya telah menggarap anak gadis tirinya berkali-kali. 

"Perbuatan bejad itu dilakukan hingga lima kali antara tahun 2014 hingga tahun 2017, atau saat itu, YW anak tirinya masih bersekolah di salah satu SMP hingga SMA di Cilacap," ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Jeruklegi AKP Nyoman Sudarjana, Rabu (21/08/2019). 

Menurutnya, terungkapnya kasus kekerasan terhadap anak itu berawal dari kecurigaan AS terhadap perilaku suaminya, yang terlihat cemburu ketika YW anaknya berhubungan dengan remaja laki-laki sebayanya. Sehingga As berupaya mencari tahu kepada anaknya, tentang perilaku tersangka, yang merupakan ayah tirinya. 

"Bak ada sambaran petir, As sangat kagetnya dengan pengakuan YW yang telah dinodai ayah tirinya, selama ditinggal ibunya bekerja di Jakarta," lanjutnya. 

Perbuatan bejad ayahnya tirinya tersebut dilakukan di rumah, mulai tahun 2014 atau ketika YW masih bersekolah di SMP hingga tahun 2017 atau sudah SMA. 

Merasa tidak bisa menerima perlakuan tersangka terhadap anaknya, As memutuskan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Jeruklegi. Saat Tim reskrim bergerak ke Tritih Lor dikatahui tersangka AS berada di desanya, sehingga dengan mudah tersangka diringkusnya dan digelandang ke Polsek Jeruklegi untuk dimintai keterangannya 

"Jadi kasus pencabulan itu dilaporkan ke polsek setelah gugatan cerai AS dikabulkan Pengadilan Agama," katanya.

Kepada petugas, tersangka Sag mengakui melakukan perbuatan bejad itu karena tersangka merasa kebutuhan bilogisnya tidak bisa disalurkan karena isterinya bekerja di Jakarta. Sehingga dirinya berhasrat menyalurkan kebutuhan bilogisnya terhadap YW anak tirinya. 

Hal itu dilakukan saat YW masih berusia sekitar 15 tahun hingga 17 tahun. Kendati perbuatan itu dilakukan berkali-kali, namun tidak sampai menyebabkan anaknya hamil. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Sag dijerat Pasal Primair 81 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman hukuamnnya paling lama 15 tahun dan denda RP 5 milyar.(Otu)

BERITA REKOMENDASI