Gerombolan Pelajar Bacok Siswa SMA

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sekelompok pelajar dari sebuah SMK swasta di Yogyakarta menyerang dan merusak gedung salah satu SMA non negeri yang terletak di Jalan Kapten Tendean Wirobrajan, Rabu (06/12/2017). Selain melakukan pengerusakan, gerombolan pelajar ini juga menganiaya dan membacok seorang siswa dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Para pelajar yang diduga anggota kawanan pelaku berhasil diamankan, sementara beberapa diantaranya lolos dari pengejaran.

Peristiwa penyerangan ini terjadi kurang lebih saat jam istirahat siang akan usai. Gerombolan pelajar dengan mengendarai sekitar 20 sepeda motor tiba-tiba mendatangi sekolah tersebut dan melakukan pelemparan yang mengakibatkan kaca jendela pecah. Petugas keamanan sekolah yang melihat kejadian itu berusaha mengejar, namun para pelaku berhasil melarikan diri.

Aksi penyerangan berlanjut saat proses belajar mengajar selesai. Kawanan yang diduga kelompok pelajar pelaku pengerusakan tadi kini memburu para siswa dari sekolah tersebut. Muhammad Alif Nur Rohman (15) siswa kelas 2 warga Ngaglik Slemen menjadi korban kebrutalan para pelaku.

Korban bersama temannya hendak pulang ke rumah dengan berboncengan sepeda motor melewati Jalan Wates dari timur ke barat. Saat hendak belok ke utara menuju Kadiporo tiba-tiba punggungnya dibacok oleh kelompok pelajar tersebut. Sambil terus memacu motornya ke arah timur gerombolan ini berteriak dan menyebut nama 'Morenza' (nama sebuah geng pelajar).

"Peristiwanya terjadi dua kali. Kami melakukan pengejaran dan berhasil menangkap beberapa yang diduga pelaku," ungkap Kapolsekta Wirobrajan, Kompol Endang Sulis Kurniati.

Dalam pengejaran petugas berhasil mengamankan beberapa pelajar, dimana seorang diantara kedapatan memiliki senjata tajam. Para remaja tanggung ini segera dibawa ke Mapolresta Yogyakarta berikut sepeda motor serta barang bukti lain yang dibawa mereka.

"Kasusnya ditangani pihak Polresta (Yogyakarta), korban luka juga telah kami laporkan. CCTV di sekitar lokasi kejadian bisa untuk tindak lanjut razia ke sekolah para pelaku," tegas Endang. (Van)

BERITA REKOMENDASI