Hakim Tolak Eksepsi Pasangan Suami Istri Pengusaha

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum terdakwa pasangan suami istri pengusaha Ir Agus Artadi (58) dan istri Yenny Indarto (58) dalam kasus tindak pidana pasal 167 KUHP. Nota keberatan dari terdakwa dinilai sudah masuk pokok perkara dan harus dibuktikan dalam sidang-sidang selanjutnya.

“Dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah cermat, jelas dan lengkap sesuai waktunya di tahun 2018 dan telah memenuhi syarat bahwa perbuatan terdakwa berhubungan dengan KUH Pidana,” tegas Ketua Majelis Hakim, Bandung Suhermoyo SH dalam sidang putusan sela di PN Yogyakarta, Kamis (27/08/2020).

JPU Edi Budianto SH atas putusan sela tersebut meminta sidang ditunda hingga Kamis (03/08/2020) mendatang. Agenda sidang selanjutnya yakni melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Sebelumnya JPU mengatakan kasus ini bermula saat pasangan suami istri Gemawan Wahyadhiatmika dan Yulia mendapat informasi juli beli tanah dan bangunan yang berlokasi di Jalan Magelang no 14 Yogyakarta. Mereka tertarik kemudian melakukan transaksi jual beli pada September 2018.

Pelapor sudah melunasi sebesar Rp 5 miliar melalui bank karena tanah tersebut masih diagunkan. Kemudian Rp 250 juta untuk pajak jual beli dan Rp 1,25 milir berwujud alat pertanian diserahkan kepada Anton atas sepengetahuan para terdakwa.

Pelapor sudah melakukan pendekatan bahkan hingga mengirimkan somasi, namun mereka tak bisa menguasai tanah dan bangunan yang telah dibelinya itu. Korban akhirnya melaporkan tindakan terdakwa tersebtu ke Polda DIY. (*)

BERITA REKOMENDASI