Hasil Penggrebegan Dua Pabrik, Polisi Musnahkan 48 Juta Obat Ilegal dan Berbahaya

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com- Bareskrim Polri memusnahkan jutaan butir obat ilegal dan ribuan kilogram bahan baku, Jumat (15/10). Pemusnahan barang bukti hasil penggerebekan dua pabrik di wilayah Sleman dan Bantul beberapa waktu lalu itu, dilakukan di kompleks Polda DIY. Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Jayadi SIK mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan yakni 48.000.188 butir pil berbahaya dan 8.465 kilogram bahan baku obat.

“Pemusnahan di Yogya, untuk simbolis saja, karena di sini belum ada fasilitas pemusnahan dengan barang bukti yang cukup banyak. Barang bukti lainnya kami musnahkan di Semarang dan untuk memastikan semuanya dimusnahkan serta tidak ada kebocoran, selama perjalanan dikawal polisi,” tandasnya.

Saat pemusnahan, polisi juga menghadirkan tiga tersangka yakni WZ (53) warga Karanganyar, Jateng, LSK alias DA (49) warga Kasihan Bantul dan kakaknya yang juga pemilik berinisial JSR (56) warga Gamping Sleman. Kombes Jayadi menyebut, jaringan ini bekerja sangat rapi sehingga sejak 2018 beroperasi, tidak ada yang curiga. Mereka sengaja membuat lokasi pabrik seolah sebagai gudang yang tiada aktivitas sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

“Padahal dalam sehari, kedua pabrik itu mampu memproduksi 14 juta butir obat perhari. Untuk menghindari kecurigaan, di dua lokasi penggerebekan seolah tidak ada aktivitas tertentu pada jam-jam tertentu. Padahal kalau masuk ke dalam, ada proses produksi obat ilegal,” jelasnya.

 

BERITA REKOMENDASI