Hubungan Tidak Direstui, Sepasang Kekasih Nekat Lakukan Aborsi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sepasang kekasih ditangkap karena melakukan aborsi terhadap bayi berjenis kelamin laki laki berusia tujuh bulan dalam kandungan. Tersangka, yakni DP (22) warga Jumapolo, Kabupaten Karanganyar dan SH (22) warga Desa Daleman, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Keduanya diduga nekat melakukan aborsi karena hubunganya tidak direstui orang tua. 

Baca Juga: Oknum Bidan Ditangkap, Polres Klaten Bongkar Jaringan Aborsi Online

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Minggu (25/8/2019) mengatakan, kronologis kejadian bermula saat Polsek Nguter pada Selasa (6/8/2019) lalu menerima laporan dari masyarakat mengenai kejadian aborsi yang dilakukan DP dan SH disebuah rumah di Desa Daleman, Kecamatan Nguter. Polisi kemudian melakukan penyelidikan mengenai kebenaran informasi tersebut. 

DP yang sudah menjalin hubungan cukup lama panik setelah pacarnya, SH hamil dengan usia kandungan tujuh bulan. Keduanya diduga berencana melakukan aborsi. DP berusaha melakukan aborsi dengan cara mencari informasi di internet. Selain itu DP juga membeli obat untuk melakukan aborsi tersebut. 

Aborsi kemudian dilakukan DP bersama pacarnya disebuah kamar di sebuah rumah bersama SH. Pada saat proses tersebut diduga DP panik dan kemudian meminta pertolongan kepada tetangga. Selang tidak lama beberapa warga datang dan sudah mendapati kondisi SH lemas dan bayi terbungkus kain jarik warna cokelat dalam keadaan meninggal dunia. 

SH kemudian dibawa warga ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan karena kondisinya lemah. Warga juga melaporkan kejadian tersebut ke polisi untuk penanganan lebih lanjut. 

“DP sudah ditahan dan SH belum karena kondisi tubuhnya masih lemas dan dalam perawatan medis. Keduanya sudah ditetapkan tersangka atas perbuatan aborsi yang dilakukan,” ujarnya. 

Baca Juga: Kasus Aborsi, Orok Dibuang di Lahan Sempit

Dalam pemeriksaan DP mengakui perbuatannya dihadapan petugas dan menyita sejumlah barang bukti berupa obat yang diduga dipakai untuk aborsi terhadap SH. Obat tersebut dibeli sendiri oleh DP secara online. 

“Informasinya sesuai keterangan DP mereka melakukan aksi nekat aborsi terhadap SH karena diduga hubunganya tidak direstui orang tua,” lanjutnya. 

DP dan SH dijerat dengan pasal 75 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 194 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Kesehaan Jo Pasal 348 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI