Hutang Menggunung, Mantan Kepala Bobol Kantor Pos Sidareja

CILACAP, KRJOGJA.com – Terjerat hutang ratusan juta rupiah, mantan Kepala Kantor Pos cabang Sidareja, Cilacap, Su (50) warga Jalan Angsana, RT 04, RW04, Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan, Cilacap Utara, Kabupaten Cllacap, diduga nekad membobol brangkas tempat penyimpanan uang dan barang berharga pada kantor bekas tempat kerjanya. Kerugian yang diderita Kantor Pos cabang Sidareja akibat ulah tersangka Su mencapai Rp 195 juta lebih. 

"Terdiri uang tunai Rp 189 juta, dan materai 3000 sebanyak 633 buah atau senilai Rp 1,899 juta, serta materai 6000 sebanyak 734 buah atau senilai RP 4,4 juta," ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, Jumat (11/10/2019). 

Menurutnya, awalnya Polres Cilacap melalui Polsek Sidareja mendapatkan laporan dari Agus Sumardiyanto, Kepala Kantor Pos cabang Sidareja, yang sekarang, jika kantornya telah dibobol maling. 

Pada awal September lalu, ketika dirinya hendak masuk kantor, pintu depan terkunci rapat sehingga tidak bisa masuk. Kemudian pihaknya  berupaya masuk melalui pintu samping sebelah timur atau melalui rumah dinas yang berada disamping Kantor Pos Cabang Sidareja. 

"Ketika pintu samping sudah bisa dibuka, awalnya kami tidak  menduga  jika di kantornya telah terjadi tindak pidana pencurian," tuturnya. 

Sehingga saat berada di ruang dalam kantor langsung berupaya menyalakan komputer, dan kemudian pulang ke rumah dinas untuk berganti pakaian. Namun ketika kembali masuk ruang kantor pos dan hendak masuk ke ruangan tempat menyimpan brangkas mendapati pintu cor besi nya dalam kondisi sedikit terbuka dan  ternyata pintu jeruji besi pada bagian bawah dirusak orang dengan menggergajinya. Sehingga menimbulkan lubang menganga yang bisa dimasuki orang.  

Sedang pintu brankas sudah dalam keadaan terbuka dan sejumlah uang serta meterai yang tersimpan didalamnya diketahui raib. Sehingga kasus itu dilaporkan ke Polsek Sidareja dan diteruskan Polres Cilacap. 

Dari hasil penyelidikan tim gabungan dengan melakukan olah TKP dan memeriksa sidik jari serta  keterangan sejumlah saksi karyawan Kantor Pos disimpulkan kasus pencurian diduga melibatkan orang dalam. "Karena saat kejadian kantor tersebut sudah tutup dan karena CCTV tidak difungsikan, sehingga kasus tersebut diduga melibatkan orang dalam," lanjutnya. 

Karena dugaan pelaku itu mengarah ke Su yang mantan kepala cabangnya, sehingga tim gabungan memburu Su dan berhasil menangkap di rumahnya. "Su mengakui dirinyalah yang membobol brankas bekas kantornya," katanya. 

Menurut pengakuan tersangka Su, sebagian besar uang tunai hasil tindak pencuriaannya digunakan membayar hutang dan membeli keperluan rumah tetangganya. Saat ditangkap uang hasil curian itu tersisa Rp 83 juta. 

"Saat kejadian, tersangka Su baru 3 bulan dipecat karena kedapatan menggelapkan dana kantor pos cabang itu," tambah Kapolres. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (Otu) 

BERITA REKOMENDASI