Ini Wajah Pelaku Mutilasi Alumni UGM, Keluarga Korban Berharap Hukuman Mati

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polda Metro Jaya merilis dua tersangka pelaku mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32) yang jasadnya ditemukan di Lantai 16 Tower Ebony Kalibata City, Rabu (16/9/2020) lalu. Dua tersangka merupakan pasangan kekasih yakni Djumadil Al Fajar (DAF) (26) dan Laili Atik Supriyatin (LAS) (27) yang tertangkap karena sebelumnya menguras isi rekening milik korban.

Suasana duka menyelimuti kediaman Rinaldi di Gang Temuireng Nologaten, Depok Sleman. Keluarga masih menantikan kedatangan jenazah Rinaldi yang seturut rencana akan dimakamkan di dekat kediaman orangtuanya.

Sadana Niempuna (29) adik sepupu almarhum, mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan situasi yang terjadi saat ini. Keluarga sangat kehilangan sosok Rinaldi Harley dan berharap para pelaku dihukum sesuai perbuatan yang dilakukan.

“Harapan keluarga terhadap kasusnya si pelaku terutama di hukum setimpal sesuai undang-undang berlaku. Hukum tetap ditegakkan karena jelas keluarga sangat kehilangan mas Harley sebagai tulang punggung keluarga. Keluarga besar kehilangan, teman-teman kehilangan, hukuman mati,” ucap Dana ditemui di rumah duka.

Keluarga juga berharap agar kasus pembunuhan Rinaldi Harley bisa diusut tuntas termasuk motif-motif lain di dalamnya. Keluarga menduga ada hal lain selain motif perampokan yang menyeruak.

“Kalau itu memang murni perampokan ya pokoknya jangan ada ibaratnya yang disembunyikan. Kalau murni perampokan hukum sesuai hukumannya. Kalau ada motif lain dibuka saja motif lainnya apa,” tegas dia.

Sebelumnya dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, polisi menyebut motif pasangan kekasih tersebut membunuh korban yakni ingin menguasai harta. Keduanya sudah mengambil uang sebanyak Rp 97 juta yang dibelikan beberapa barang seperti emas, motor dan menyewa rumah.

Korban disebut mengenal pelaku LAS dari aplikasi Tinder dan berelasi dari situ. Kemudian para pelaku menjebak korban saat berkencan dan melakukan aksi keji pembunuhan mutilasi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI