Investasi Rp 100 Juta Melayang, Pensiunan Polisi Laporkan Rekan Satu Liting

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Seorang pensiunan Polri berpangkat Brigadir melaporkan teman satu litingnya kepada Polisi. Brigadir (Purn) Muhono (58) warga Tukangan Danurejan Yogyakarta yang terakhir bertugas di Polda DIY ini melaporkan PK alias Kunto atas dugaan penipuan. Uang sebesar Rp 100 juta milik Muhono tak jelas rimbanya setelah ia menyetorkan kepada PK untuk kepentingan bisnis pasir.

Muhono dan PK sama-sama mantan anggota Polri liting'79/80/81. Pada Maret 2018 silam PK yang diketahui berdomisili di kawasan Jalan Tamansiswa Mergangsan Yogyakarta mengajak rekannya itu untuk bekerjasama dalam penanaman modal guna berbisnis material.

Menurut pengakuan Muhono, PK menawarkan kepada dirinya untuk menanamkan modal Rp 200 juta kepadanya. Dengan uang sebesar itu Muhono dijanjikan akan mendapat keuntungan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap satu 'rit' (truk) pasir, dimana dalam setiap hari akan dapat menghasilkan 100 hingga 200 rit pasir.

Untuk meyakinkan Muhono, PK bahkan mengajak rekannya itu untuk survei di lokasi penambangan pasir wilayah Klaten. PK juga mengaku jika ia masih kerabat dekat dari seorang petinggi di pemerintahan daerah Jateng.

"Saya katakan kepadanya jika Rp 200 juta tidak ada, namun jika Rp 100 juta akan saya coba usahakan. Akhirnya ia bersedia dengan uang Rp 100 tersebut dan menjanjikan satu hingga tiga bulan akan mulai bekerja," ungkap Muhono di kediamannya, Kamis (31/10/2019).

Muhono mengaku terpaksa mengambil uang tabungan Rp 50 juta miliknya dan sisa kekurangan Rp 50 juta ia meminjam dari tetangganya. Begitu dapat mengumpulkan uang yang diminta, Muhono segera mentransfer modal awal tersebut kepada PK melalui ATM salah satu bank di Jalan Margo Utomo Yogyakarta pada 17 April 2018.

Satu bulan berlalu Muhono mulai menanyakan kelanjutan kerjasama dan kapan bisa mulai menikmati hasil dari penanaman modal itu, namun PK selalu berkelit. Bahkan saat bulan ketiga pun usaha bisnis pasir yang dijanjikan belum juga dimulai.

"Setiap saya tanyakan selaku ada saja alasannya. Ia juga mengatakan jika bisnis ini gagal maka uang saya akan dikembalikan bulan Juli 2018, namun kenyataannya hingga saat ini tak ada realisasinya," tambah Muhono.

Karena tidak ada itikad baik dari PK, Muhono akhirnya melaporkan rekannya itu ke Polresta Yogyakarta pada Februari 2019 silam. Ia berharap uang ratusan juta miliknya itu dapat kembali atau setidaknya kasus yang dialami dapat segera diproses secara hukum. (Van)

BERITA REKOMENDASI