Jadi Agen PSK Sarkem, Pengojek Online Dikecrek Polisi

YOGYA, KRJOGJA.com – Tergiur keuntungan menjadi mucikari prostitusi dengan mengantarkan PSK pada pelanggan, akhirnya malah membuat CH (39) pengemudi ojek online warga Tegalrejo mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Yogyakarta. CH ditangkap sesaat setelah mengantarkan seorang PSK asal Pasar Kembang (Sarkem) LAK pada pelanggannya di sebuah hotel kawasan Jalan AM Sangaji 5 Juli 2017 lalu.

AKP Partuti Wijayanti Kasubag Humas Polresta Yogyakarta kepada wartawan Selasa (11/7/2017) mengungkap penangkapan tersangka CH berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi prostitusi melalui jejaring pesan Whatsapp. Modusnya, tersangka menghubungkan pemesan dengan PSK yang memang sebelumnya telah dikenal untuk kemudian diantar jemput menemui sang pelanggan.

"Kami tangkap tersangka saat menjemput LAK di depan hotel Jalan AM Sangaji, sebelumnya memang profesinya sebagai ojek online. Saat deal dengan pelanggan, tersangka CH ini menerima uang pembayaran Rp 600 ribu," terangnya.

Saat ditangkap, dari tangan tersangka, Polisi menyita barang bukti uang Rp 900 ribu, handphone, serta motor yang digunakan. "Dari saksi PSK inisial LAK kita sita uang Rp 800 ribu, hanphone, kondom, bra, celana dalam dan sabun untuk vagina," lanjutnya.

Kepada polisi, CH mengaku sudah empat bulan menjadi pengantar jemput PSK dan mendapatkan jumlah uang tak tentu dari aktivitas terlarang tersebut mulai Rp 20 ribu hingga Rp 250 ribu. "Kalau tarifnya tersangka mematok antara Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu, dia diberi tip tergantung pemberian dari pelanggan dan PSK-nya," imbuh Partuti.

PSK yang dikenal CH menurut pengakuannya berjumlah dua orang yang semuanya merupakan penghuni Sarkem meski ber-KTP luar daerah. Kini, bukan untung lagi yang didapat CH tapi buntung lantaran ia disangkakan dua pasal yakni 296 KUHP dan 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI