Jadi Target, Tiga Pejudi Online Ditangkap

TEMANGGUNG,KRJOGJA.com – Kepolisian Resort Temanggung menangkap tiga tersangka pelaku judi online dalam suatu operasi pekat di tempat berbeda. Mereka yakni Sus (31) alias Putra warga Lingkungan Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Temanggung, Agu (30) warga Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang dan Ilo (20), warga Desa Malangsari, Kecamatan Bulu, Temanggung.

Kapolres AKBP Maesa Soegriwo Senin (29/5/2017) mengatakan ketiga pejudi online ditangkap di warnet yang berbeda. Saat penangkapan mereka sedang berjudi. Putra ditangkap di Warnet Galaxi Jalan MT Haryono Kelurahan Manding. Agu dan Ilo ditangkap di Warnet Doom Jalan MT Haryono Kelurahan Temanggung II.

Penangkapan, katanya, bermula dari informasi warga Minggu petang. Petugas lantas menindaklanjuti dengan patroli dan penangkapan di warnet yang disebutkan. " Di Galaxi kami tangkap satu tersangka sedang judi online jenis roullete. Di warnet Doom kami tangkap pelaku judi online jenis poker," katanya

Modus tersangka, katanya dengan cara mentrasfer sejumlah uang melalui ATM sebagai deposit saldo. Selanjutnya deposit saldo tersebut digunakan sebagai taruhan dalam permainan judi online. Judi online selama ini sangat menggiurkan karena permainannya lebih asyik terselubung dengan berselancar di dunia maya.

"Kami berkomitmen untuk libas judi. Jadi kalau ada yang nekat berjudi ya pasti ditindak sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Dari kasus ini diamankan barangbukti satu kartu ATM BCA atas nama Susilo, satu lembar bukti transfer ke ATM BCA atas nama Ihyaudin dengan nominal Rp 3,5 juta, satu lembar bukti transfer ke ATM BCA atas nama Uhyaudin sebesar Rp 3,5 juta. Satu CPU warna hitam merek Acer, satu CPU warna hitam merek LG, dua monitor mereka LG dan Acer, satu keyboard merek Sturdy dan HP, mouse warna hitam.

Dari Warnet Doom diamankan dua unit CPU merek Sim-X warna hitam, satu LCD merek LG, satu keyboard merek Logitech, satu kabel power, satu ethernet switch merek D-Link, dan lain-lain.

Dari pemeriksaan para tersangka, katanya mereka mengaku berjudi online hanya untuk iseng-iseng belaka. " Kami menjeratnya dengan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," katanya.(Osy)   

BERITA REKOMENDASI