Jaksa Tuntut Maksimal Tiga Terdakwa

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Tiga terdakwa kasus penyelundupan 602 gram sabu-sabu dituntut hukuman maksimal. Agus Iryanto dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, Tritit Armunanto dituntut 14 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar sedangkan Sutopo dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

“Berdasarkan fakta persidangan, para terdakwa terbukti dengan sengaja menyelundupkan sabu ke Indonesia. Melanggar Pasal 113 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar JPU, Ditta Ardian dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Senin (31/10/2016).

Tuntutan terhadap Sutopo lebih berat dari dua terdakwa lain karena mengatur rencana penyelundupan barang haram itu ke lima buah manekin pada April 2016. Sebelumnya ia, berhasil menyelundupkan 100 gram sabu pada Januari dan Februari lalu dari pemasoknya asal Nigeria. Untuk melancarkan aksinya itu, Sutopo yang berstatus terpidana di LP Sragen merekrut warga Karanganyar bernama Titrit Armunanto dan Agus Iryanto untuk mengemas sabu dalam paket hemat serta mendistribusikannya ke pembeli eceran.

Hal itu terungkap dari kesaksian enam orang mulai pihak kepolisian, pemilik rumah di Jungke Karanganyar yang digerebek dan petugas Bea Cukai yang bertanggung jawab dalam operasi pengungkapan aksi penyelundupan shabu. Penuntutan terhadap tiga terdakwa di hadapan Ketua Majelis Hakim Jimmy Ray Ie dilakukan terpisah untuk Sutopo. Sedangkan Tritit dan Agus bersamaan.

“Otaknya Sutopo. Terlebih dia berstatus terpidana saat melakukan kejahatan itu. Sehingga tuntutannya paling berat dibandingkan dua lainnya,” katanya.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Heri Cahyono menilai tidak adil tuntutan terhadap kliennya. Menurutnya, JPU harus mempertimbangkan latar belakang terdakwa melakukan penyelundupan.

“Terdakwa Agus hanya ikut-ikutan dan hanya diminta meminjam KTP kepada seseorang untuk menerima paket sabu. Begitu pula dengan Tritit hanya disuruh Sutopo untuk mencari teman agar menerima paket sabu. Sedangkan Sutopo mendapatkan ancaman dari seorang pengirim sabu asal Nigeria berinisial Fr,” katanya seraya menyebut pembelaannya akan disampaikan pada sidang Senin (7/11/2016) mendatang. (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI