Jambret Kampung Ini Beraksi di Tempat Sepi

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Seorang Polwan di satuan Polres Karanganyar menjadi korban kejahatan penjambret kampung. Tasnya berisi uang, ponsel dan dokumen penting dilarikan dua pelaku yang mengintainya di jalanan sepi.

Pelaku bernama Paimin (52) asal Bendorejo, Kalijirak, Tasikmadu dan Anggit (37) asal Dagen, Suruh, Tasikmadu baru mengetahui korbannya berstatus anggota Polri setelah keduanya diringkus di kediamannya pada Kamis (14/7/2016).

“Saya tidak bisa baca. Kalau tahu dia polisi enggak berani,” ujar Paimin menandakan dirinya tak pernah pilih-pilih korban, saat ditanyai di Mapolres Karanganyar, Selasa (19/7/2016).

Sejumlah barang pribadi Bribda Ririn Rachmawati yang dirampas pelaku sebenarnya memperlihatkan status korban, seperti kartu tanda anggota (KTA) Polri dan dokumen lainnya. Namun lantaran kedua pelaku buru-buru membagi hasil jarahan, tak sempat memeriksa dokumen tersebut. Paimin mendapat jatah sebuah ponsel merek Coolpad dan uang tunai Rp 200 ribu sedangkan Anggit mendapatkan sebuah ponsel Smartfren dan uang Rp 200 ribu. Merasa tak membutuhkan dokumen-dokumen di dalam tas korban, mereka pun membuangnya.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dalam gelar kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Mapolres mengatakan, dua pelaku yang beraksi pada Kamis (30/6/2016) pukul 19.45 itu berhasil diringkus berkat penelusuran anggotanya di kios ponsel wilayah Tasikmadu.

“Telepon genggam milik korban ternyata belum terjual dan hanya dititipkan di salah satu konter HP. Di situlah identitas pelaku berhasil terungkap,” jelasnya.

Diceritakan, aksi penjambretan itu direncanakan pelaku dengan menyasar korban di tempat sepi. Saat itu Bripda Ririn tanpa berseragam polisi keluar dari minimarket di Desa Gaum, langsung mengendarai sepeda motornya di Jalan Raya Tasikmadu menuju Dukuh Sambiroto. Tiba-tiba tas miliknya direbut oleh kedua pelaku yang memepetnya dari sisi kanan. Korban sempat mengejar namun kehilangan jejak. Ia pun melapor ke Mapolsek Rasikmadu.  

“Barang bukti barang-barang korban seperti ponsel dan dokumen penting lainnya dengan total nilai Rp 3,75 juta. Sepeda motor pelaku juga disita, yakni Honda Beat AD 6856 AAF,” katanya. (M-8)

 

BERITA REKOMENDASI