Jambret Tas Bu Guru, Ipin Disergap Massa

CILACAP (KRjogja.com)- Gara-gara bensin sepeda motor yang ditumpanginya habis, komplomtan pejambret yang biasa beroperasi di wilayah perbatasan Cilacap, Jawa Tengah dengan Kota Banjar, Jawa Barat dibuat tak berkutik saat warga Wanareja, Cilacap meringkusnya beramai-ramai.

Tas milik korban penjambretan  berisi 1 buah Hp, STNK, sim C, Ktp, 2 buah Atm serta  uang tunai Rp 3,9 juta yang sudah dalam genggamannya harus direlakan diamankan petugas Polsek Wanareja yang datang sesaat kemudian.  

"Kedua pelaku penjambretan tersebut  adalah F alias Ipin usia 20 tahun  warga Sitinggil  Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari Cilacap dan EP usia 17 tahun warga Kalenaren Desa Bulupayung Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap," ungkap Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kapolsek Wanareja AKP Sudarsono SH, Senin (08/08/2016).

AKP Sudarsono menjelaskan korban Cahyati Alifah, guru warga Desa Sadahayu Kecamatan  Majenang Kabupaten Cilacap sedang melintas di jalan raya Majenang-Banjar dalam perjalanan pulang ke rumah usai mengajar di Banjar Patroman, Jawa Barat. Korban dipepet seseorang yang mengendarai sepeda motor  Kawasaki Ninja warna putih, berboncengan. Dalam hitungan detik, pembonceng sepeda motor itu langsung menarik tas milik korban yang dicantel pada Bahu kiri dan tancap gas.

Korban pun berupaya mengejar penjambretan tersebut. Apes, sepeda motor yang ditumpangi kedua penjambret itu mogok gara-gara kehabisan bensin. Akibatnya korban dengan mudah menyusul komplotan penjambret itu dan langsung berteriak minta tolong. Warga setempat yang terjaga langsung beramai-ramai menyergap kedua pelaku.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,"lanjutnya.(Mak)

 

BERITA REKOMENDASI