Kabar ‘Hoax’ Penculikan Resahkan Jurangjero

KLATEN (KRjogja.com) – Kabar penculikan bocah SD menggemparkan warga Desa Jurangjero, Kabupaten Klaten. Kabar itu beredar melalui pesan berantai di beberapa grup WhatsApp (WA).

Penelusuran KRjogja.com, Rabu (2/11/2016), dalam beberapa hari terakhir, beberapa grup WA dengan masif mengabarkan jika ada seorang siswi kelas VI SDN 1 Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Klaten hilang diduga diculik.

Kemunculan kabar tersebut berawal dari adanya pengumuman di sebuah masjid Desa Jurangjero yang mengabarkan bahwa bocah itu, sebut saja Mawar (nama samaran), tidak kunjung pulang seharian hingga malam. Kabar itu membuat warga setempat panik dan menduga-duga kemungkinan diculik.

Kapolsek Karanganom, AKP Sugeng Handoko, mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti kabar dugaan penculikan bocah SD di wilayahnya. Dari hasil penyelidikan petugas, ternyata kabar itu tidak benar.

"Sudah kami cek. Bocah itu tidak hilang. Tapi sedang bermain dengan teman-temannya dan pulangnya kemalaman. Takut pulang lalu sembunyi di pasar. Beruntug ada warga yang melihat dan langsung mengantarkannya pulang,” ujarnya.

Guru SDN 1 Jurangjero, Joko, mengatakan, Mawar tidak diculik. Namun, hanya takut pulang usai bermain dengan teman-temannya. Dari kejadian itu pihaknya mengimbau kepada para murid untuk tidak bermain jauh-jauh usai pulang sekolah. (R-9)

BERITA REKOMENDASI