Kakek Depresi Tewas Gantung Diri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sumarso (86) warga Notoyudan, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Jumat (01/12/2017) petang. Buruh serabutan ini nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali tampar yang diikatkan di lehernya. Depresi akibat sakit yang tak kunjung sembuh diduga menjadi motif mengapa pria lebih dari paruh baya ini memilih bunuh diri.

Tewasnya korban pertama kali diketahui tetangga Sumarso yang hendak memberikan bantuan sembako kepadanya. Saat itu tetangga bernama Nur Yulia (39) mendatangi kediaman Sumaraso lantaran sudah beberapa hari kakek tersebut tak terlihat keluar rumah.

Saat pintu diketuk rumah dalam kondisi sepi dan tak ada jawaban dari dalam. Karena merasa curiga ia lalu menghubungi tetangga lainnya dan ketika diintip dari ventilasi rumah ternyata Sumarso terlihat bersandar di dinding dengan kepala menghadap ke tembok.

Para tetangga kemudian mendobrak pintu rumah tersebut dan menjumpai Sumarso telah tak bernyawa. Kakek yang tinggal seorang diri tersebut tewas dengan mengikat lehernya menggunakan tali tampar warna biru yang diikatkan di lubang angin atas pintu.

"Setelah dilakukam visum luar tak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari tubuh yang bersangkutan. Dengan ini dipastikan yang bersangkutan meninggal dunia akibat gantung diri," ungkap Kapolsekta Gedongtengen, Kompol Partono kepada KRJOGJA.com, Sabtu (02/12/2017).

Diduga Sumarso telah tewas sehari lalu sebelum ditemukan. Dari keterangan para saksi dan keluarga, kakek yang tinggal mengontrak di rumah tersebut nekat gantung diri karena depresi lantaran sakit TBC dan penyakit komplikasi yang dideritanya tak kunjung sembuh. (Van)

BERITA REKOMENDASI