Kapolres Tak Kriminalisasi Ormas

KLATEN (KRjogja.com) – Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono menegaskan tidak melakukan kriminalisasi ormas. Hal ini terkait penangkapan empat anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang kini dititipkan di tahanan Polda Jateng karena mereka melakukan sweeping.

Menurut Kapolres empat anggota ormas ditangkap karena telah melakukan tindakan yang seharusnya bukan kewenanganya. Yakni empat orang tersebut melakukan sweeping di Hotel Srikandi, Prambanan, Klaten, (22/12/2017) dan mengamankan empat pasangan, yang salah satu diantaranya seorang oknum polisi dari luar Klaten.

"Mereka menggedor setiap kamar, dengan ancaman kekerasan meminta identitas penghuni kamar. Manajer hotel cepat menelepon Polsek Prambanan. Polsek Prambanan yang mendengar informasi kegiatan itu langsung menghubungi Polres, dan bergerak cepat untuk menghentikan kegiatan mereka. Padahal sebelumnya sudah dilakukan rapat lintas sektoral, juga dihadiri perwakilan Ormas," ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres salah satu kesepakatan ormas tidak melakukan sweeping dan dihimbau jika menemukan adanya tindakan penyakit masyarakat atau pelanggaran hukum lainya, segera sampaikan pada kepolisian.

"Kami yang akan melakukan penindakan sebagai aparat penegak hukum. Tindakan yang dilakukan oleh Sudarno alias Sulis dan teman-temanya tersebut memenuhi unsur melanggar pasal 335 ayat 1 KUHP, dan pasal 82 Undang-undang ormas tahun 2017. Saat itu ruang tahanan di Polres enuh, jadi mereka kami titipkan di tahanan Polda," tambah Kapolres.

Kapolres menambahkan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus tersebut. Polisi juga telah memproses hukum terhadap empat pasangan mesum yang tertangkap di Prambanan. Mereka telah selesai diproses dengan pasal tindak pidana ringan, dan masing-masing telah divonis pada 28 Desember 2017. (Sit)

BERITA REKOMENDASI