Kasus Aborsi, Orok Dibuang di Lahan Sempit

MAGELANG, KRJOGJA.com –  Tim Polres Magelang juga masih terus melakukan pengembangan, terkait ditemukannya puluhan bungkus plastik berisi orok di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Orok hasil aborsi yang diduga dilakukan nenek Y tersebut dengan cara memijat bagian tertentu dari tubuh wanita yang hamil.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo SIK SH kepada wartawan, Rabu (20/6/2018), mengatakan, dari pemeriksaan polisi terungkap ditemukannya  tulang-tulang bayi. "Sedang lainnya dibawa ke Forensik Dokkes Polda Jateng," kata Kapolres Magelang.

Dijelaskan Kapolres, Nenek Y melakukan praktek pijat atau dukun bayi sudah cukup lama. Hanya saja belum diketahui secara pasti sejak kapan Nenek Y mulai melakukan praktek aborsinya. Dalam melakukan aksinya, lanjut Kapolres Magelang, Nenek Y melakukan sendiri. Orok yang lahir dari hasil aborsi beberapa saat kemudian dimakamkan di lahan sempit yang ada di belakang sisi kiri rumah. Tanah untuk memakamkan orok tidaklah dalam, karena proses penggaliannya bukan menggunakan cangkul.

Terungkapkan kasus praktik aborsi berawal pasangan N (40) dan M (47) meminta nenek Y melakukan aborsi. Hasil pemijatan membuat bayi yang lahir meninggal dunia. "Diduga matinya bayi ini akibat kekurangan udara," tambah Kapolres Magelang.

Adanya pihak yang meminta aborsi, diketahui masyarakat dan dilaporkan ke Polres Magelang. Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Magelang dipimpin Kasat Reskrim Polres Magelang  dan Polsek Salaman langsung bergerak cepat setelah memperoleh informasi ada warga yang baru saja melakukan aborsi. Setelah mengamankan pasangan N dan M, tim langsung menuju ke rumah Nenek Y. (Tha)

BERITA REKOMENDASI