Kasus Menjerat Pasutir Pengusaha, Penasihat Hukum Tegaskan Bukan Pidana

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penasihat hukum pasangan suami istri, Agus Artadi (58) dan Yenny Indarto (58) menyatakan pasal pidana tidak tepat diterapkan dalam kasus yang menimpa kliennya sehingga keduanya harus dibebaskan. Oncan Poerba SH menegaskan hubungan jual beli dengan tidak mengosongkan objek tanah dan bangunan adalah menyangkut keperdataan, bukan pidana.

Dalam persidangan yang telah berjalan lebih dari dua bulan ini, pasutri Agus Artadi dan Yenny Indarto didakwakan dengan Pasal 167 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam sidang sebelumnya Jaksa Edi Budianto SH menuntut terdakwa dengan 6 bulan kurungan penjara.

“Perkara perdata dipaksakan jaksa menjadi pidana. Masih ada kekurangan pembayaran Rp 1,5 miliar dari pembeli, sehingga kedua terdakwa selaku penjual tidak mau mengosongkan tanah dan bangunan di Jalan Magelang yang selama ini sudah ditempati puluhan tahun,” kata Oncan Poerba dalam pledoi yang dibacakannya dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Kamis (19/11/2020).

Oncan mengatakan dalam jual beli tanah dan bangunan telah disepakati harga Rp 6,5 miliar, namun ternyata dituangkan pada PPJB dan AJB sebesar Rp 3 miliar. Yang anehnya lagi menurutnya jual beli dilakukan, namun objek masih dalam jaminan bank.

“Jual beli belum lunas namun sudah dibalik nama sertifikat atas nama pembeli. Pembayaran lebih dulu Rp 3 miliar, setelah dibalik nama dijaminkan ke bank Rp 2 miliar dan dibayarkan, total Rp 5 miliar,” ungkap Oncan.

Ia menambahkan bukti jual beli dengan kuitansi Rp 3 miliar, Rp 5,25 miliar dan Rp 6,5 miliar terasa aneh jika kemudian ditotal mencapai Rp 14,75 miliar. Terhadap pihak ketiga yang mengaku dengan bukti surat pernyataan menerima pembayaran pelunasan pembelian tanah dari pembeli karena kedua terdakwa berhutang pada dirinya, hal itu juga dibantah kedua terdakwa.

Menanggapi pledoi tersebut, jaksa Edi Budianto menyatakan akan menyiapkan jawaban. Hal itu akan disampaikan dalam persidangan selanjutnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI