Kasus Penemuan 4 Kerangka di Banyumas, Dibunuh Karena Masalah Warisan!

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Kerja keras Satuan Reserse Kriminal (Satrkriminal) Polres Banyumas, berhasil mengungkap dan menangkap empat tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap empat korban yang tubuhnya ditemukan sudah menjadi kerangka di belangkang rumah Misem (76) di Desa Pasinggangan, Kecamatan dan Kabupaten Banyumas. 

Baca Juga: Mau Mencangkul Tanah, Malah Temukan Empat Kerangka Manusia

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Selasa (27/8/2019), menjelaskan keempat tersangka yang masih ada hubungan darah dengan para korban yakni Saminah (52) beserta tiga anaknya, yakni Irfan (32), Putra (27), dan Saniah (37). 

"Mereka yang menjadi tersangka masih dalam satu keluarga yang terdiri ibu dan tiga anaknya," kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Selasa (27/8/2019). 

Sedang empat korban yang dibunuh oleh keempat tersangka merupakan adik dan keponakan tersangka Saminah. Keempat korban yang dibunuh pada 9 Oktober 2014 lalu, yakni, Supratno (usia saat dibunuh 51 tahun), Sugiono (46), Heri (41), (ketiganya kakak beradik), dan  Vivin (21) (korban Vivin merupakan anak dari Supratno).

AKBP Bambang YS, mengungkapkan keempat korban yang ditemukan sudah menjadi kerangka di belakang rumah Misem warga Desa Pasinggangan RT 07 RW 03, Kecamatan dan Banyumas, Kabupaten Banyumas, merupakan kerangka dari tiga anak Misem dan satu orang cucu Misem.

Sedang pelakunya terdiri anak pertama Misem dan tiga cucu Misem. Pembunuhan terhadap empat korban tersebut terjadi pada tanggal 9 Oktober 2014 lalu. Motif pembunuhan adalah dendam yang didasari masalah tanah warisan. Pembunuhan dilakukan  pada siang hari yang diskenariokan pelaku Saminah, dengan eksekutor Irfan dan Putra. 

"Sebelum melakukan pembunuhan tersangka Saminah membawa Misem ibunya ke rumahnya supaya kondisi rumah yang ditempati Misem yang dijadikan lokasi eksekusi dalam kondisi kosong," kata Bambang YS.

Selanjutnya dua anak laki-laki Saminah, yakni Irfan dan Putra masuk ke dalam rumah neneknya (rumah Misem) dan membunuh Sugiono (pamanya) yang baru mandi dan ketika keluar dari kamar mandi langsung dipukul bagian leher dan kepala menggunakan besi bekas dongkrak dan tabung gas elpiji 3 kilogram. 

Setelah membunuh Sugiono, kedua eksekutor kemudian membunuh Supratno yang baru pulang, dilanjutkan membunuh Heri dan terakhir Vivin yang baru pulang kuliah pada sore hari. Pembunuhan dilakukan dalam rentan waktu sehari. Setelah keempat korban dibunuh, kemudian mayatnya dikumpulkan menjadi di salah satu kamar rumah Misem. 

Pada malam harinya tersangka Irfan dan Putra membuat galian tanah (lubang) dibelakang halaman rumah Misem menggunakan cangkul berukuran panjang 1,5 meter, lebar 1,2 meter dan kedalaman 40 sentimeter. Lubangan itu untuk mengubur keempat korban yang masih lengkap memakai baju dalam satu lubang.

Untuk menghilangkan jejak, lubangan itu atasnya diplester pakai semen dan baru  ditimbun tanah. Sebelum melakukan aksi pembunuhan tersangka Saminah sering cekcok dengan korban Sugiono dan korban dua lainya Supratno dan Heri, berkaitan masalah tanah.

Sejumlah tetangga yang mendengarkan percekcokan datang, namun ditemui oleh Saminah dan disampaikan bahwa ada permasalahan dan sudah diselesaikan. 

Selain menahan empat tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa potongan besi dongkrak, tabungan gas elpiji, handphone, cangkul, cetok, dan baju para korban yang ikut ditimbun. Kemudian sepeda motor honda dan laptop milik korban yang sudah dijual tersangka.

Baca Juga: Penemuan Empat Kerangka Manusia Diyakini Korban Pembunuhan

Berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut para tersangka  dijerat pasal 340 subsider pasal 338  tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. Mereka juga  dijerat berlapis pasal 55 subsider pasal 362 KUHP.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya empat kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh Rasman (63) saat membersihkan halaman belakang rumah Misem, warga Desa Pasinggangan RT 07 RW 03, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada hari Kamis (22/8/2019) lalu.

Oleh Rasman penemuan kerangka manusia diberitahukan kepada warga, perangkat desa yang dilankutkan ke Polsek Banyumas, pada hari Sabtu (24/8/2019).(Dri)

BERITA REKOMENDASI