Kasus Suap di Jepara Diputus, Bupati Ajukan Banding

SEMARANG, KRJOGJA.com – Hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Semarang Lasito, penerima suap dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 400 juta. 

Baca Juga: Kapolsek Terima Suap Danramil Sukorejo

Hakim Ketua Aloysius Priharnoto Bayuaji mengatakan, jika tidak dibayarkan hukuman denda akan diganti dengan kurungan selama 3 bulan. "Menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 Huruf c Undang-Undang No 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," katanya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (3/9/2019).

Pada saat bersamaan Bupati nonaktif Jepara Ahmad Marzuqi masih mempertimbangkan mengajukan banding atas vonis 3 tahun dan denda Rp 400 juta dari Pengadilan Tipikor Semarang. Dia masih menyatakan pikir-pikir selama sepekan ke depan.

"Ya karena secara aturan apa yang terkait dengan yang saya pilih itu dilindungi hukum, ya saya ajukan, pikir-pikir itu," kata Marzuqi sembari berjalan keluar dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa kemarin.

Sebelumnya, Marzuqi menanggapi tuntutan jaksa 4 tahun dengan harapan agar hukuman lebih ringan. Kemudian vonis hakim memang menjadi lebih ringan 1 tahun, namun menurut Marzuqi pihaknya masih ingin yang seringan-ringannya.

Seperti diketahui, Marzuqi menyuap hakim nonaktif PN Semarang Lasito untuk menggugurkan status tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 oleh Kejati Jateng.

Jumlah suapnyaRp 700 juta, terdiri Rp 500 juta dalam rupiah, kemudian sisanya Rp 200 juta dalam pecahan dolar Amerika Serikat. Hasilnya, Lasito mengabulkan gugatan praperadilan Marzuqi dan menyatakan status tersangka itu batal demi hukum.

Sementara dalam sidang putusan di PN Semarang, majelis hakim memberikan pertimbangannya dan menyatakan, terdakwa terbukti menerima uang Rp 500 juta dan 16.000 dolar AS dari Bupati Marzuki. Pemberian uang itu, bertujuan untuk mempengaruhi keputusan Lasito sabagai hakim tunggal dalam gugatan praperadilan yang diajukan Marzuqi.

Dalam putusannya, hakim juga menolak permohonan Lasito agar menjadi saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator. Dalam pertimbangannya, hakim menilai Lasito merupakan pelaku utama.

Perbuatan Lasito yang telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan menjadi pertimbangan yang memberatkan dalam menjatuhkan putusan. Dalam perkara ini, terdakwa Lasito sendiri telah mengembalikan uang sebesar Rp 350 juta yang telah dinikmatinya itu melalui KPK.

Hakim nonaktif PN Semarang ini, langsung menerima hukuman 4 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Semarang dalam kasus pemberian suap dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Sikap tersebut disampaikan Lasito dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.

Baca Juga: Ternyata Jaksa di Kejari Yogyakarta Ditangkap Terlibat Suap Proyek Dinas PU

Usai sidang, Lasito menyatakan ikhlas dengan putusan yang dijatuhkan tersebut. Namun, dia mengaku kecewa karena dirinya sendiri yang harus menanggung hukuman dalam perkara ini. Semestinya, kata dia, mantan Ketua PN Semarang Purwobo Edi Santosa yang terkait dengan perkara ini juga dihukum. "Kalau saya sendiri yang menerima hukuman tentu tidak adil," kata Lasito. (Obi)

 

 

BERITA REKOMENDASI