Kata Polisi Saat Tanya Ketua Geng: Kalau Ada yang Tertangkap, Saya Lari!

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasi Katpuan Bhabinkantibmas Dit Binmas Polda DIY, AKP Murniati menjadi pembicara dalam Dialog Interaktif Pembinaan Pelajar di DIY dalam Meminimalisir Kejahatan di Jalanan di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY, Rabu (26/2/2020). Klithih ternyata masih menjadi persoalan serius di DIY dan bahkan masih terjadi hingga saat ini.

Berdasarkan data dari Polda DIY, kejadian kekerasan yang dilakukan pelajar di DIY selama satu bulan di Januari 2020 lalu mencapai 6 kasus sementara sepanjang 2019 lalu terdata mencapai 44 kasus. Kasus yang hampir sama juga terjadi pada 2018 sebanyak 45 kasus dan pada 2017 mencapai 51 kasus.

Persoalannya yakni ketidakharmonisan di keluarga yang membuat anak-anak mencari pelampiasan dengan bergaul bersama rekan sebaya. Sayangnya, tak semua bermuara ke hal baik dan bahkan berakhir pada geng-geng yang negatif.

“Dari kasus geng yang tertangkap, ketuanya saat ditanya apakah yang akan dilakukan bila anggotanya tertangkap. Jawabannya ya, lari. Jadi tidak ada jaminan keselamatan bagi anggotanya, dibiarkan saja kan rugi ditanggung sendiri berarti tidak ada untungnya,” ungkap Murniati.

Murniati juga berharap faktor keluarga, alumni, lingkungan, sekolah hingga media sosial (medsos) juga mendapat perhatian dari stakeholder terkait sebagai upaya pencegahan. Dari sisi keluarga, ketidakharmonisan keluarga dimungkinkan membuat remaja lebih senang berkeluh kesah pada teman sebanya padahal tak semua positif.

“Karenanya keluarga harus jadi tempat pertama para remaja untuk berkeluh kesah dan menceritakan semua. Jangan sampai justru curhat ke teman sebaya, apalagi medsos karena lingkungan bisa saja tidak memberikan solusi atas persoalan yang terjadi,” ungkapnya lagi.

Dalam dialog, 30 perwakilan pelajar dari seluruh DIY mendeklarasikan menolak aksi kekerasan jalanan atau klithih. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI