Kawanan Penjahat Bobol Mesin ATM di Madukismo

BANTUL,KRJOGJA.com – Kawanan penjahat menghancurkan ATM BNI di Padokan Kasihan atau di barat Pabrik Gula Madukismo Kasihan Bantul, Jumat (2/6/2017). Belum diketahui nominal kerugian akibat kejadian itu, namun  layar mesin ATM dan bagian penutup mesin dan brankas rusak parah.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait dengan pengrusakan mesin ATM BNI itu. Sementara dari pihak BNI langsung melakukan perbaikan dan sekitar pukul 15.00 ATM sudah bisa digunakan.

Saksi Anang Wibowo mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi antara pukul 12.15 hingga 12.30. Siang itu saksi, bermaksud mengambil uang memanfaatkan ATM tersebut. Namun begitu pintu disisi timur terbuka, saksi terkejut melihat layar mesin ATM hancur berantakan. Tidak hanya itu, penutup mesin dan brankas bagian bawah terlibat dibuka paksa. Melihat kejadian itu saksi langsung bergegas memberitahu pegawai apotik sebelum lapor ke Polsek Kasihan Bantul.

"Begitu pintu terbuka telihat  layar sudah hancur kemudian saya langsung lapor ke Polsek Kasihan," ujar Anang.

Kapolsek Kasihan Kompol Supardi SH mengatakan , kasus percobaan pembobolan ATM terjadi antara pukul 12.15 hingga 12.30. Karena pukul 12.
20 mesin ATM masih bisa digunakan. Supardi mengungkapkan , pihaknya belum tahu pasti pemicu dari peristiwa itu.

"Apakah peristiwa ini  akibat nasabah yang jengkel karena ATM tertelan, atau karena memang orang mau  sengaja ingin membobol ATM itu," ujarnya.
Menurutnya peristiwa itu terjadi sangat cepat, ketika orang baru melaksanakan Salat Jumat. Selain itu, Supardi juga mengatakan ,banyak keluhan dari masyarakat yang dipicu kartu ATM tertelan.  

Sementara dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Bantul menemukan nomor aduan jika ada persoalan dengan ATM. Namun nomor aduan yang diawali 021 tersebut palsu yang sengaja dipasang oleh pelaku tindak kejahatan. Pemimpin Cabang  BNI Yogyakarta Wawan Adinarmiharja,  dari peristiwa itu langsung dilakukan perbaikan sehingga tidak menggangu layanan kepada nasabah.

"Langsung dilakukan perbaikan sehingga layanan publik tidak terganggu , karena dari peristiwa itu tidak sampai merusak sistem," ujar Wawan.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI