Keluarga Ahli Waris Eks Bioskop Indra Bantah Klaim Pemda

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sengketa yang terjadi antara keluarga ahli waris pemilik eks Bioskop Indra dengan Pemda DIY serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) ternyata belum berakhir. Pihak keluarga ahli waris menilai Pemda DIY belum bisa mengklaim telah berhak memiliki lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi tersebut hanya dengan putusan Peninjauan Kembali (PK) nomor 73.PK/TUN/2020. Pasalnya pihak keluarga ahli waris sebenarnya juga telah mengajukan PK atas putusan tersebut.

Sukrisno Wibowo, mewakili keluarga ahli waris pemilik eks Bisokop Indra menilai putusan PK nomor 73.PK/TUN/2020 multi tafsir. Dalam pertimbangan putusan tersebut menyatakan pemohon PK dituntut untuk membuktikan hak keperdataannya.

“Putusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan bahwa untuk bertindak sebagai penggugat, para pemohon PK harus membuktikan hak-hak keperdataannya khusus mengenai hak privilege dari para pemohon PK terhadap tanah yang dimaksud dalam kedua obyek sengketa yang harus dibuktikan terlebih dahulu melalui peradilan umum,” kata Sukrisno Wibowo di Yogyakarta, Rabu (19/05/2021).

Ia menyatakan dalam perkara PK itu sebagai pemohon adalah Menteri ATR atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemda DIY, sedangkan ahli waris eks Bioskop Indra merupakan termohon. Dengan bunyi pertimbangan putusan tersebut maka Menteri Agraria dan Pemda DIY diminta untuk membuktikan hak privilege.

Namun dipihak lain permohonan PK Menteri Agraria dan Pemda DIY dikabulkan serta menyatakan gugatan ahli waris pemilik eks Boskop Indra tidak dapat diterima. Sukrisno Wibowo menambahkan PK tersebut juga tidak secara eksplisit menegaskan Pemda DIY adalah pemilik tanah yang disengketakan, oleh karena itu keluarga ahli waris telah mengajukan PK pada tanggal 20 April 2020.

“Karenanya itu ahli waris menilai klaim Pemerintah DIY yang mengaku telah memenangkan PK di MA dan Pemda DIY berhak di atas tanah eks Bioskop indra adalah pernyataan tidak benar,” tegasnya.

Sukrisno Wibowo menyatakan kepemilikan eks Bioskop Indra merupakah hak ahli waris dengan bukti kepemilikan Eigendom Verponding 504 yang dijadikan saham di Naamlooze Vennootschap Javasche Bioscoop En Bouw Maatshappij (NV JBBM). Saat ini seluruh saham tersebut dipegang oleh ahli waris dan mereka mengajukan bukti baru (novum) untuk memperkuat kepemilikan saham NV JBBM dan satu putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Dalam PK tersebut ahli waris mengajukan tujuh bukti baru. Salah novum yang diajukan yakni putusan pengadilan menegaskan bahwa harta-harta termasuk Bioskop Indra adalah harta NV JBBM yang belum dibereskan, sehingga jelas dan nyata bahwa tanah tersebut milik ahli waris,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI