Keterangan Saksi Arisan Hoki Pertegas Peran Tergugat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Admin Arisan Hoki, Susilo Harinityas Utami mengaku mendapat fee sebesar Rp 100 ribu dari setiap gate. Selama jadi admin sejak Agustus 2020 hingga arisan macet Januari 2021, ia menerima menerima gaji Rp 20 juta. Sedangkan GP selaku owner Arisan Hoki menerima lebih dari Rp 600 juta dari biaya admin.

“Antar peserta arisan sebelumnya tidak mengenal. Setiap transfer melalui rekening tergugat pertama (GP) di tiga bank yakni Mandiri, BCA, dan BRI,” ungkap Susilo Harinityas Utami dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bantul, Rabu (03/11/2021).

Sebagai admin tugas Susilo Harinityas Utami mencatat dan merekap uang peserta. Selanjutnya uang tersebut disetorkan ke rekening tergugat.

“Saya hanya melapor ke owner dan mencatat, biaya admin sebagai jaminan bila ada permasalahan besaran berbeda-beda tergantung nilai arisan,” imbuhnya.

Di hadapan majelis hakim, Susilo Harinityas Utami mengungkapkan selain sebagai admin ia juga sebagai korban karena ikut dalam arisa tersebut. Ia mengaku Arisan Hoki awalnya lancar namun karena ada member yang tidak bayar, maka terjadi kemacetan pembayaran.

Saksi lain dalam persidangan ini, Ria Italia yang juga sebagai korban arisan Hoki menyampaikan ia dan para anggota arisan yang dirugikan pernah mendatangi rumah para tergugat. Saat itu tergugat menyatakan akan menjual aset berupa tanah dan rumah di Gunung Sempu Kasihan Bantul dan hasilnya akan dipergunakan untuk menyelesaikan permasalah arisan ini.

Sementara itu kuasa hukum penggugat, Mahendra Handoko SH mengatakan tergugat 1 adalah pihak yang menyelenggarakan arisan ini karena. Sedangkan tergugat 2 yang tak lain suaminya juga turut bertanggungjawab karena ia pernah berjanji akan menyelesaikan masalah ini.

“Keterangan para saksi sudah jelas peran para tergugat. Kami harapkan para tergugat bertsanggungjawab untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI