Kisah Pilu Anggota Koperasi Sejahtera Bersama, Uang Gereja Hilang hingga Saldo Tersisa Rp 20 Ribu

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) DIY lagi-lagi merasa dibohongi pengurus. Uang sekitar 10 ribuan anggota yang mencapai angka Rp 800 miliar terancam hilang tak kembali.

Yekti Hasanah, salah satu nasabah mengatakan ia kini harus terus menjalani sidang mediasi di PN Sleman karena gugatan perdata pihak koperasi. Yekti yang menabungkan uang Rp 3 miliar miliknya di koperasi justru menjadi pesakitan karena mempertanyakan keberadaan uangnya.

“Kami digugat karena dianggap melakukan pidana sementara pidana itu kami lakukan karena KSB SB amat sangat sering ingkar janji. Kami tagih secara patut dan wajar sebagai anggota pada koperasi tempat menabung. Tetapi dijawab tidak pasti, ajukan surat ke pusat dan tak terjawab. Hanya dikumpulkan saja ke cabang. Saya sudah dibohongi. Kita tagih ke Bogor tak membuahkan hasil maka saya laporkan ke polisi, itu hak warga negara. Itu yang dipersoalkan KSB, saya dituntut perdata,” ungkapnya ketika bertemu media, Rabu (3/11/2021).

Saat sidang mediasi, Yekti pun merasa terus dibohongi karena pihak koperasi tak pernah datang dengan berbagai alasan. Kesepakatan ketok palu mediasi 3 November hari ini pun akhirnya batal karena mereka tidak hadir di persidangan.

“Kita semua korban sudah sangat menderita. Perjalanan 2 tahun tidak membuahkan hasil sama sekali. Saya menangis karena seolah dipermainkan. Sudah tua, lelah bahkan kalau mau sidang sudah sakit secara psikologis, muntah dan malam tak bisa tidur kok tega sekali pihak koperasi,” sambungnya.

Margaretha Diana, salah satu anggota dari Yogyakarta, menceritakan banyak kisah menyedihkan karena uang para anggota tak bisa diambil. Salah satunya seorang ibu dengan tiga putra sudah tak punya suami dan kini hidupnya ditopang korban lain dengan segala keterbatasan.

“Ada juga uang paguyuban gereja, pengurusnya tak berdaya karena tekanannya begitu besar. Uang tak bisa keluar bahkan yang 4 persen (hasil keputusan PKPU). Uang paguyuban gereja itu sampai Rp 1,2 miliar kalau yang perorangan dari gereja itu sampai Rp 4 miliar,” ungkapnya terisak.

BERITA REKOMENDASI