Komplotan Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk

BANTUL, KRJOGJA.com – Tim Buser Polsek Banguntapan Bantul dan Polres Bantul dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banguntapan Iptu Deby Tri Andrestian dan Aiptu Arif Budiyanto SIP menyergap sindikat pencurian motor (Curanmor) asal Tasikmalaya, Senin (30/10/2017) sekitar pukul 05.00. Tersangkat Um (21) asal Bojong Nangkak Cikalong Tasikmalaya disergap petugas ketika melintas di Depan Terminal Giwangan Yogyakarta,  sementara satu pelaku meloloskan diri.

Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti Honda CB 150 R hasil curian di wilayah Kasihan Bantul dan Honda Nmax yang disikat di wilayah Ngaglik Sleman. Hingga kini kasus pencurian motor lintas provinsi tersebut masih dikembangkan petugas.

Deby menjelaskan, sebelum penangkapan, pihaknya sejak bulan Agustus melakukan penyelidikan sindikat Curanmor asal Tasikmalaya. Namun perjuangan tersebut tidak mudah, komplotan ini dikenal sangat licin dan berpindah tempat. Setelah itu Buser Polsek Banguntapan terus menyisir kawasan Banguntapan Bantul untuk melacak jejak komplotan lintas provinsi ini. Kemudian pada Minggu dini hari petugas melihat dua pelaku melintasi depan Terminal Giwangan.

Tidak mau buruannya lepas, petugas langsung menyergap tersangka Um, namun satu pertnernya lolos. Deby berhasil meringkus Um langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan kunci T dari tas yang dibawa tersangka. Tidak hanya itu, polisi juga minta agar Um menunjukkan barang bukti yang pagi itu dititipkan di jasa parkir salah satu warga.

"Kami sita motor Honda CBR yang disimpan disalah satu jasa penitipan motor dan Honda Nmax yang dibawa UM hasil pencurian di Ngaglik Sleman," ujar Deby.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan diketahui jika Um merupakan sindikat asal Tasikmalaya. Kedatangannya ke Yogyakarta sengaja ingin mengambil motor hasil curian dari pelaku yang kabur.

"Kami sudah lama mengincar komplotan ini, tetapi sangat sulit dan baru Minggu pagi kami bekuk di depan Terminal Giwangan  Yogyakarta," ujar Deby.

Sementara Um mengatakan, baru tiga hari masuk Yogyakarta untuk mengambil motor hasil curian dari kawannya yang kini buron. "Saya hanya diminta tolong untuk membawa motor dari Yogyakarta ke Tasikmalaya," ujar Um.

Namun pengakuan itu tidak lantas membuat petugas percaya karena dari dalam tas tersangka Um ditemukan beragam alat untuk mencuri motor. Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno SH mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengembangkan pengakuan tersangka.  
Dijelaskan motor – motor yang berhasil disita merupakan hasil curian Hari Sabtu (28/10/2017) baik Honda CBR dan Honda Max. "Komplotan ini sangat profesional, dalam sehari bisa mencuri motor lebih dari satu," ujar Suharno. Setelah motor berhasil diambil, langsung dilarikan ke Tasikmalaya untuk menghilangkan jejak. (Roy)

BERITA REKOMENDASI