Korban Arisan Hoki Berencana Tempuh Jalur Pidana

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Para korban Arisan Hoki berencana melaporkan Gy selalu penyelenggara arisan dan Dt suaminya ke Polda DIY. Laporan pidana bakal ditempuh setelah empat kali pasangan ini mangkir dari sidang mediasi Pengadilan Negeri (PN) Bantul atas gugatan perdata dari para korban.

“Para penggugat juga sudah mempertimbangkan upaya pidana untuk menyelesaikan permasalahan ini. Empat kali para tergugat mangkir dalam sidang mediasi ini,” tegas kuasa hukum para penggugat, Mahandra Handoko SHI MH CLA ditemui usia sidang di PN Bantul, Selasa (06/07/2021).

Namun Mahendra Handoko menyatakan, jalur pidana merupakan opsi lain dari langkah yang saat ini ditempuh oleh para korban. Mereka, menurut kuasa hukum melihat Dt sebagai anggota DPRD Bantul  sehingga masih tetap menjaga nama baiknya di hadapan publik.

“Tentunya langkah-langkah hukum selanjutnya juga telah kami persiapkan. Kami masih tetap menunggu itikad baik para tergugat,” tambahnya.

Hakim Mediasi, Fitria S SH mengembalikan perkara ini kepada Majelis Hakim karena tergugat I, II maupun kuasa hukumnya beberapa kali panggilan tidak pernah hadir. Juga hasil test PCR Covid-19 yang dipakai untuk alasan ketidakhadiran belum diserahkan ke PN Bantul.

Perkara ini bergulir ke meja hijau setelah 17 member (peserts arisan) menggugat Gy dan Dt secara perdata. Gy digugat karena bertindak sebagai penyelenggara arisan, sedangkan Dt dang suami kepada para korban pernah berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini.

Arisan online bernama Hoki ini diketahui mulai ada sekitar bulan April 2020 silam dan diikuti sekitar 30 member. Para korban mengaku mengenal Arisan Hoki setelah ditawari langsung oleh Gy.

Dalam arisan ini iming-iming keuntungan yang ditawarkan hingga jutaan rupiah. total kerugian yang dialami para member nilainya mencapai Rp 1 miliar.

“Tadi ditawarkan masih mau mediasi atau tidak oleh hakim, tetapi kami sepakat lanjut perdata. Jelas sudah togak adaa itikad baik dari mereka untuk bertanggungjawab atas permasalahan arisan ini,” kata Dian, salah seorang korban yang mengaku uang Rp 20 juta tak kembali setelah mengikuti arisan ini. (Van)

BERITA REKOMENDASI