Korban Bertambah, Ustad Cabul Mengaku Khilaf

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Korban guru ngaji cabul berinisial MLW (29) warga Desa Cepedak Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo bertambah menjadi enam anak. Satu korban, gadis berinisial E (15) diperkosa, sedangkan lima santriwati hanya dicabuli tersangka.

Lima korban lain diperoleh dari pengembangan yang dilakukan polisi. "Tersangka kami interogasi dan mengakui melakukan perbuatan cabul kepada enam santri," ungkap AKBP Satrio Wibowo SIK, Kapolres Purworejo menjawab pertanyaan KRjogja.com, Jumat (9/9).

Namun baru keluarga dari gadis berinisial E yang melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Sementara lima korban lain belum melapor. Polisi juga enggan menyebut inisial dan alamat kelima korban. Menurutnya, aksi bejat itu dilakukan di dalam kamar rumah orang tua pelaku. "Hubungan antara keduanya hanya guru dan murid, namun rupanya tersangka memanfaatkan kesempatan itu untuk berbuat cabul," ujarnya.

Kejadian pada Jumat (2/9) pukul 01.30 itu bermula ketika pelaku memanggil korban yang masih tetangga dan mengajaknya menonton televisi di dalam kamar. Pelaku kemudian memaksa dan mengancam korban, lalu melakukan pencabulan hingga terjadi perkosaan. "Korban divisum dan hasilnya memang ada kerusakan pada alat reproduksi," ucapnya.

Pelaku yang diamankan di Mapolres Purworejo, terancam Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, mengancam oknum guru ngaji cabul itu. Tersangka MLW mengaku menyesali perbuatannya. "Saya khilaf," katanya singkat. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI