Korban Disekap, Perampok Bersenpi Gasak Rp 600 Juta

JEPARA, KRJOGJA.com – Kawanan perampok bercadar dan bersenjata api (senpi) menggasak sejumlah perhiasan, handphone dan uang senilai Rp 600 juta di rumah Junaidi (60), pengusaha konveksi, warga RT 01/RW 04 Desa Bandungrejo Kecamatan Kalinyamatan Jepara, Selasa (9/1/2018). Pelaku diperkirakan enam orang, menyekap delapan dari sembilan penghuni rumah dengan mengikat tangan, melakban mulut dan menodongkan pistol sebelum menguras isi rumah.  

Tim Reskrim dan Inafis Polres Jepara bersama petugas Polda Jateng, kemarin turun ke lapangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk memudahkan proses olah TKP, petugas memasang garis polisi di tempat kejadian.

Informasi yang dihimpun KRJOGJA.com menyebutkan, peristiwa kejahatan terjadi dinihari sekitar pukul 02.15. Dari rumah sekaligus toko kain itu, kawanan berhasil menggondol emas kurang lebih 1 kg senilai lebih Rp 500 juta, lima telepon genggam dan uang sekitar Rp 45 juta.

"Pelaku enam orang, saat beraksi menggunakan penutup kepala. Perampok menodongkan pistol dan menyekap sembilan penghuni rumah,"  ujar Faizin (41), penjaga rumah korban.

Kejadian berawal sekitar pukul 02.00, terdengar suara mobil minibus warna hitam mondar-mandir di gerbang samping rumah korban. Karena curiga, dia menyuruh kawannya Jumadi dan melihat enam penumpang turun dari mobil memakai cadar. Pelaku malah  menodongkan pistol ke arah Jumadi dan kemudian mengikatnya.

"Saya heran, kenapa Jumadi tidak kembali. Setelah saya lihat, ternyata Jumadi sudah diikat. Pelaku giliran menodongkan senjata kepada saya dan mengancam. Saya sempat kabur dan sembunyi di toilet, tapi kemudian ditemukan. Lalu disuruh keluar dan saya ganti yang diikat," terangnya.

Setelah mengikat Jumadi, para pelaku lalu mengikat pembantu rumah, Wahyudi. Kemudian, pelaku meminta Jumadi membangunkan majikannya Junaidi yang sedang tidur di gudang, sebelum kawanan penjahat masuk ke rumah utama. "Pelaku beberapa kali memukul pemilik rumah untuk menunjukkan perhiasan, uang dan harta lainnya," kata Faizin.

Di rumah utama, istri Junaidi yaitu Muawanah dan ketiga anaknya yakni Riska, Rani dan Fenti ikut diikat kedua tangan dan kakinya. Sementara anak bungsu Ririn yang masih SD dibiarkan tidak diikat oleh pelaku.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Selasa (9/1/2018) malam melalui Kasat Reskrim AKP Suharta menyatakan,  setelah menerima laporan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi dan korban. Dari olah TKP, petugas menemukan beberapa barang bukti berupa palu, gembok, lakban untuk menyekap korban serta sarung tangan milik pelaku.(Trq)
 

BERITA REKOMENDASI